Ini Bukti Peninggalan Masjid Tertua di Kabupaten Melawi

Uniknya tidak seperti bentuk beduk pada umumnya, namun beduk Masjid Jami bentuknya memanjang, menyerupai sebatang kayu, yang dijadikan bedug.

Ini Bukti Peninggalan Masjid Tertua di Kabupaten Melawi
TRIBUN PONTIANAK/ZULKIFLI
Kondisi bangunan Masjid Jami di Desa Tekelak Kabupaten Melawi, pernah menjadi pusat syiar Islam di masa dahulu, hingga saat ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Masjid Jami' Melawi, berdiri kokoh di Desa Tekelak, Kecamatan Pinoh Utara Kabupaten Melawi.

Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, saat ini masih dapat dijumpai sejumlah peninggalan sejarah, bukti peradaban Islam di Kota Juang Melawi. Bagaimana kondisinya saat ini?

Masjid Jami' Melawi, secara geografis berada di lokasi yang strategis, yakni tepat dipertigaan Sungai Melawi dan Sungai Pinoh.

Untuk menuju Desa Tekelak, dari Kota Nanga Pinoh warga tinggal menyeberang menggunakan jasa penyeberangan perahu, yang biasa dimanfaatkan warga setempat.

Tak banyak peninggalan sejarah yang tersisa dari bangunan masjid saat ini. Namun ada dua peninggalan bukti keberadaan masjid tertua di Melawi tersebut, yang masih dapat dijumpai.

Pertama yakni mimbar khatib dan bedug

"Ya peninggalan Masjid lama sebelum bangunan yang sekarang ada mimbar dan bedug," tutur tokoh masyarakat Desa Tekelak, Bujang Sapri kepada www.tribunpontianak.co.id.

Secara kasat mata mimbar khatib masih kokoh. Mimbar masih difungsikan bagi khatib pada pelaksanaan salat Jumat. Tak banyak perubahan dari mimbar khatib tersebut, namun dahulunya dilengkapi anak tangga, sehingga agak lebih tinggi dari sekarang.

"Usianya sudah lebih dari 100 tahun," ungkapnya.

Sementara itu, bedug masjid juga masih dapat dijumpai di halaman masjid. Uniknya  tidak seperti bentuk beduk pada umumnya, namun beduk Masjid Jami bentuknya memanjang, menyerupai sebatang kayu, yang dijadikan bedug.

Sementara bangunan utama masjid yang ada saat ini, memang sudah berbentuk modern dengan, mayoritas berbahan cor semen dan beton. Masjid ini berukuran cukup luas, dan diperkirakan dapat menampung 1.000-an jamaah.

"Kalau tidak salah ini direnovasi sekitar 1980-an," ungkapnya.

Sementara untuk bangunan masjid sebelumnya yang berbahan kayu, berada beberapa ratus meter dari bangunan saat ini. Di sanalah semula bangunan masjid tertua dahulu berdiri.

Penulis: Zulkifli
Editor: Steven Greatness
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help