Fraksi di DPRD Beri Pandangan Raperda RPJMD Melawi
Pihaknya berharap, Pemda dapat memperhatikan tenaga pengajar di pelosok daerah yang nyatanya masih sangat minim.
Penulis: Zulkifli | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Enam fraksi di DPRD Melawi memaparkan sejumlah pandangan terhadap Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Melawi 2016-2021 dalam sidang Paripurna, Senin (8/8/2016).
Sidang dibuka ketua DPRD, Abang Tajudin, hadir Bupati Melawi Panji, Wakil Bupati Dadi Sunarya, Sekda, serta unsur Forkopimpda.
Fraksi Persatuan Restorasi Kebangkitan Melawi Nur Ilham selaku juru bicara, mengungkapkan beberapa pandangan umum di antaranya menyangkut basis data yang digunakan dalam penyusunan RPJMD tersebut, agar memuat kondisi ril pembangunan dan sasaran 20 tahun mendatang.
"Kondisi saat ini perlu dijelaskan, karena ada perbedaan data SKPD dengan badan Pusat Statistik (BPS)," kata Nur Ilham.
Pihaknya berharap, Pemda dapat memperhatikan tenaga pengajar di pelosok daerah yang nyatanya masih sangat minim. Fraksinya mendesak agar dilakukan penambahan kuota termasuk sarana rumah guru agar dapat dibangun.
Fraksi ini juga menyingung persoalan infrastruktur akses antar desa, maupun kecamatan, dan menuju kabupaten dapat diperhatikan, termasuk di bidang kesehatan.
"Infrastruktur berupa listrik jalan dan jembatan masih banyak dibutuhkan masyarakat di desa-desa," ungkapnya.
Pandangan dari fraksi Demokrasi Indonesia Perjuangan, fraksi Persatuan Demokrasi, fraksi Partai Amanat Nasional, fraksi Gerindra, dan Golkar semua ada di harian cetak Tribun Pontianak edisi Selasa (9/8/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pandangam-fraksi-fraksi-dprd-melawi_20160808_180147.jpg)