Liputan Khusus
Begini Netizen Tanggapi 61 Mobil Internet yang Terancam Jadi Rongsokan
Lambertus Beni, juga mengatakan, mobil internet untuk Kabupaten Landak sudah tidak ada lagi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kepala Dishubkominfo Sanggau, Yulia Theresia, menyampaikan, semua mobil internet di Kabupaten Sanggau sudah ditarik oleh pengembangnya. "Maret ditarik, jadi sekarang sudah tidak ada lagi. Dulu ada programnya tapi masa kontraknya sudah habis, ditarik pengembang, " katanya, Jumat (20/5/2016).
Yulia mengatakan, sebelumnya mobil internet tersebut memang sudah ada yang tidak berfungsi dan hanya satu buah yang di kota Sanggau sisanya di kecamatan. "Untuk jumlahnya saya lupa, kalau tidak salah ada enam," katanya. (Baca: Mobil Internet Sempat Operasi ke Pelosok Kayong Utara)
Terpisah, Kabid Perhubungan Dishubkominfo Landak, Lambertus Beni, juga mengatakan, mobil internet untuk Kabupaten Landak sudah tidak ada lagi. "Sudah tidak ada, semua sudah ditarik. Kapan ditariknya kurang tahu juga. Karena waktu itu saya belum di dinas di sini," ujar Lambertus, Jumat (20/5/2016).
Sebelum diberitakan di Harian Tribun Pontianak, keberadaan 61 Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) yang terbengkalai dan terancam jadi rongsokan di samping kebun cabai Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya itu sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial. (Baca: 61 Mobil Internet di Dekat Kebun Cabai Salah Sasaran)
Seorang netizen, Nezar Fariz dalam statusnya di Facebook menulis. "semua unit mobil pusat layanan internet kecamatan tersebut bermerek Isuzu, diduga keluaran tahun 2010 dan harganya Rp278,500 juta/unit kala itu. Jika dikalikan 56 unit terbengkalai, berarti terjadi pemborosan anggaran Rp 15 miliar, 596 juta dan atau merugikan keuangan negara. (Berita Selengkapnya di Koran Tribun Pontianak, Edisi Sabtu 21 Mei 2016)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/sebanyak-61-mobil-pusat-layanan-internet_20160519_191318.jpg)