Liputan Khusus

Tripy Komitmen Asuransikan Penumpangnya

Pihaknya test ride, 18 Mei untuk media dan official launching, 20 Mei 2016. Saat ini armada Tripy 20 unit mobil dan 40 sepeda motor.

Penulis: Tito Ramadhani | Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA
Seorang driver jasa transportasi berbasis online, Tripy, menjemput penumpangnya di kawasan Jl Alianyang, Pontianak, Kalbar, Selasa (17/5/2016). TRIBUN PONTIANAK / ANESH VIDUKA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - CEO PT Tripy Transmoda Indonesia, Rizal Bakri mengatakan, keselamatan penumpang merupakan konsen utama Tripy. Perusahaan akan menerapkan standard operating procedure (SOP) ketat untuk hal ini. Screening ketat juga diberikan pada driver. Mereka akan diberikan pelatihan baik soal jalan, tujuan wisata dan pelayanan terhadap konsumen.

"Mereka harus melengkapi dokumen seperti SIM, SKCK, kelayakan kendaraan dan dokumen pendukung lainnya. Untuk penumpang akan kami asuransikan selama menggunakan armada kami," kata Rizal, di Kota Pontianak, Rabu (11/5/2016) lalu.

Tripy juga membuka kesempatan kepada pengemudi untuk bergabung dengan waktu kerja yang fleksible, mereka akan mendapatkan pemasukkan tambahan dari kendaraan yang mereka miliki berdasarkan komisi.

BACA JUGA: Aplikasi Tripy Jamin Ongkos Lebih Murah

Syarat bergabung dengan melengkapi berkas di antaranya STNK (Fotokopi, apabila STNK atas nama orang lain maka harus melampirkan KTP yang ada di STNK tersebut), fotokopi KTP, SIM, SKCK, dan Kartu Keluarga.

Bagi yang ingin bergabung bisa mengakses website atau email partner@tripy.id. "Kalau Aplikasi dapat di download di googleplay dan appstore dengan keyword Tripy Indonesia atau dapat diakses melalui website kami," imbuhnya.

Pihaknya test ride, 18 Mei untuk media dan official launching, 20 Mei 2016. Saat ini armada Tripy 20 unit mobil dan 40 sepeda motor. Jumlahnya akan mengikuti sesuai demand masyarakat.

Jika Tripy baru akan melayani delivery untuk Tripy Moto, Bujang Kurir, sudah lebih dahulu berjalan. Pendiri dan Pemilik Bujang Kurir, Riszky Ramadhan (30), mengakui usahanya terinspirasi layanan ojek online di Jakarta.

Namun ia mengaku, tidak mengadopsi mentah-mentah konsep tersebut. Tapi, mengadopsinya bahkan hingga 90 persen. "Karena memang di Bujang Kurir kami punya SOP sendiri. Seperti untuk penentuan harga, kalau di tempat lain, pakai tarif berdasarkan harga per kilometer, di kami tidak," kata Rizky saat ditemui di Kantor Bujang Kurir, Jl HM Suwignyo, Kompleks Suwignyo Permai 2.

Ia menjelaskan, di Bujang Kurir, penetapan tarif, dibuat berdasarkan mapping area. Harga, dibedakan menjadi dua area, Black Area dan Yellow Area. Black Area, mengacu pada wilayah Kota Pontianak, sedangkan Yellow Area, khusus untuk pinggiran Pontianak, seperi Sungai Raya dan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya.

Begitu pula terkait tarif. Pada Black Area, tarifnya dikenakan flat Rp 15 ribu. Sedanghkan Yellow Area, tarifnya relatif lebih bervariasi. Rentangnya antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu. Selain itu, biasanya juga dikenakan charge (tambahan biaya) Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu, untuk pembelian yang tidak searah. "Tapi jarang sih yang ada kena charge biaya. Konsumen biasanya juga cerdas. Mereka pilih yang searah," ujarnya. (Baca Berita Selengkapnya di Koran Tribun Pontianak, Edisi Kamis 19 Mei 2016)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved