Pesona Pulau Sawi di Kendawangan Mampu Buat Takjub Pengunjung

Jika hendak ke tempat ini pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 80 kilometer dari Kota Ketapang ke Desa Sei Tegar.

Pesona Pulau Sawi di Kendawangan Mampu Buat Takjub Pengunjung
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Pengunjung bermain di air yang berjarak puluhan meter dari tepi pantai Pulau Sawi, Sabtu (7/5). Pulau Sawi memiliki pantai yang dangkat dan airnya jernih hingga puluhan meter ke tegah laut. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pulau Sawi di Desa Sei Tengar Kecamatan Kendawangan merupakan satu di antara wisata favorit dikunjungi warga. Khususnya pada hari libur, tempat wisata ini ramai pengunjung. 

Jika hendak ke tempat ini pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 80 kilometer dari Kota Ketapang ke Desa Sei Tegar.

Kemudian harus menggunakan motor air nelayan menyeberangi laut sekitar 45 menit. Sebab itu bagi pekerja kantoran atau pekerja tetap di Kota Ketapang banyak mengunjungi Pulau Sawi hanya pada saat hari libur beberapa hari.

“Saya senang sekali berada di Pulau Sawi karena sangat indah dan asri,” kata Ria (19) kepada wartawan saat berkunjung ke Pulau Sawi, Sabtu (7/5/2016).

Dirinya rela jauh-jauh datang karena memang takjub terhadap Pulau Sawit. Lantaran pantai membentang luas dan jauh ke tengah laut serta airnya sangat bening. Kemudian kondisi alamnya masih alami dan sebagainya.

Ia mengaku sudah cukup sering pergi ke Pulau Sawi tapi hanya saat hari Libur.

“Saya pergi saat hari Libur saja. Kalau hari-hari biasa tak biasa karena kerja. Jika Pulau ini dekat Kota Ketapang mungkin tiap hari saya datang,” ungkapnya.

Diakuinya untuk sampai ke Pulau Sawit memang butuh mental dan kemauan kuat. Lantaran Jalan dari Kota Ketapang ke Kendawangan masih ada yang sangat buruk. Kemudian harus menyebarangi laut menggunakan perahu nelayan.

“Setahu saya hingga sekarang belum ada kapal khusus penyebrangan pengunjung yang hendak ke Pulau Sawi ini. Kalau perahu nelayan tak ada bisa-bisa perjalanan kita dari Ketapang sia-sia karena tak sampai ke Pulau Sawi,” ucapnya.

Meski menempuh perjalanan jauh dan cukup sulit. Tapi ketika tiba di Pulau Sawi ia mengaku merasa terbayarkan semuanya bahkan sangat puas.

“Kalau sudah berada di Pulau Sawit saya rasanya tenang dan damai,” tuturnya.

Penulis: Subandi
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved