TribunPontianak/

Penembakan Paris

Polisi Muslim Ini Ditembak Sadis oleh Oknum Islam Fanatik

Ahmed ditembak di jalan ketika sudah terluka.

Polisi Muslim Ini Ditembak Sadis oleh Oknum Islam Fanatik
@twitter
Ahmed Merabet, Polisi Paris yang tewas ditembak dalam pembantaian di Charlie Hebdo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PERANCIS - Polisi muslim, Ahmed Merabet dianggap sebagai pahlawan sesungguhnya dalam pembantaian kantor redaksi majalah Charlie Hebdo.

Ribuan orang berdoa untuk memberikan penghormatannya kepada polisi yang tewas ditembak saat peristiwa tersebut. 

Penghormatan terhadap Ahmed diberikan lantaran ia ditembak oleh terduga kelompok Islam fanatik. Penghormatan terhadap Ahmed bersamaan dengan demonstrasi terhadap serangan di kantor redaksi majalah satire tersebut.

Rekan seprofesinya mengatakan, teman-temannya terguncang melihat tayangan video penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo, terlebih lagi terdapat gambar Ahmed ditembak di jalan ketika sudah terluka.

Hari ini, tanda pagar #JesuisAhmed mulai menjadi trending topic di Twitter. Ribuan orang mengekspresikan kekagumannya terhadap Ahmed yang merelakan jiwanya untuk membela kebebasan berekspresi.

Ahmed berasal dari Livry-Gargan, wilayah bagian utara Paris. Ia merupakan polisi yang terlatih selama delapan tahun.

Korps kepolisian tempat Ahmed bekerja merilis pernyataan bahwa mereka merasa terpukul ketika melihat Ahmed ditembak mati. Ia dikenal sebagai orang yang pendiam dan dikenal cukup teliti.

"Kami sangat terpukul. Kepolisian sangat terpengaruh dengan melihat tayangan video penembakan Ahmed yang menjadi rekan kerja mereka," kata Rocco Contento, wakil dari serikat kepolisian.

Majalah di Perancis berjanji akan mengangkat edisi penolakannya terhadap pembantaian di kantor Charlie Hebdo. Bahkan, kisah Ahmed juga akan diangkat.

"Ahmed Merabet mati karena melindungi orang-orang tidak berdosa dari kebencian. Saya kagum dan hormat terhadap dirinya," kata seorang warga Perancis yang turut berduka.

Ikuti perkembangan beritanya di topikPenembakan Paris

Editor: Mirna Tribun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help