Pendiri Tokopedia Ternyata Orang Pontianak

Di Indonesia pengguna internetnya merupakan 4 terbesar di Asia, tapi masyarakatnya saat itu masih menggunakan layanan web luar untuk jual beli.

Pendiri Tokopedia Ternyata Orang Pontianak
TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Leontinus Alpha Edison ketika menjadi pembicara seminar bertajuk Building a Meaningful Startup di Kampus Widya Dharma Pontianak, Sabtu (29/11/2014) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di antara pendiri Tokopedia.com, ternyata adalah pria kelahiran Pontianak.  Dia adalah Leontinus Alpha Edison, satu di antara pembicara yang dihadirkan pada seminar bertajuk Building a Meaningful Startup di Kampus Widya Dharma Pontianak, Sabtu (29/11/2014) lalu.

Leon mengatakan, berawal dari keinginannya membangun Indonesia dengan kemampuan yang ia miliki kemudian membangun startup.

Selain itu diakuinya pula terinspirasi dari web jual beli yang telah mampu berkembang tidak hanya di negara asalnya tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat di negara lain.

"Di Indonesia pengguna internetnya merupakan 4 terbesar di Asia, tapi masyarakatnya saat itu masih menggunakan layanan web luar untuk jual beli. Seperti web-web yang sudah besar, Ebay, Rakuten dan lain-lain, dari itu saya berkeinginan untuk membangun web yang bisa memfasilitasi para pengguna internet tanah air," ujar Leon.

Pria kelahiran Pontianak, 19 Maret 1981 ini mengaku tidak bekerja sendiri, ia bersama temannya mampu merintis tokopedia.com menjadi marketplace nomor satu di Indonesia.

"Saya bersama Wiliam mulai membangun startup ini sejak tahun 2009, saat itu kita ingin pedangang-pedagang kecil dan UKM dapat berjualan online. Melalui tokopedia.com inilah kami ingin menfasilitasi mereka dan akhirnya tokopedia dapat menjadi marketplace nomor satu di Indonesia," tuturnya.

Membangun bisnis web ini menurutnya bukanlah hal yang mudah, diakuinya banyak hal yang harus dihadapi, dari tingkat keamanan hingga menemukan dan membentuk tim. Namun diakuinya semua masalah harus dihadapi dan diakuinya hingga saat ini dengan ketekunan masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan.

"Membangun Startup ini banyak sekali yang harus kami hadapi, dari sulitnya mencari bank yang mau menjadi partner, sulitnya mencari pegawai dan saat mulai berkembang sudah harus berhadapan dengan perusahaan besar. Prinsip kami dalam mengahdapi ini semua, kalau tidak cukup dengan work smart harus dengan work hard juga," ujar Leon.

Ia mengatakan tokopedia berbeda dengan web yang hanya menyediakan iklan baris, sehingga semua jual beli yang dilakukan harus melalui perusahaan yang ia bangun. Tentunya dengan jaminan yang lebih baik, untuk pembeli maupun penjual.

"Beberapa web ada yang menyediakan fasilitas untuk mempromosikan barang seperti iklan baris, sehingga konsumen langsung berhubungan dengan pemasang iklan. Berbeda di tokopedia, perusahaan yang menjual barangnya melalui tokopedia semua transaksi melalui kita, logistic perusahaan tersebut, dan kita juga bantu macam-macam untuk mereka," ujarnya.

Ke depannya ia mengaku ingin mengambangkan tokopedia ini menjadi perusahann global. Untuk itu ia mangaku membutuhkan pemuda-pemuda yang memiliki inovasi dan motivasi untuk bekerjasma membangun perusahaannya ini.

"Saya punya keinginan, membangun perusahaan global yang setiap orang di dunia ingin bekerja di tokopedia. Untuk itu saya butuh orang hebat yang dapat membantu saya, saya juga memiliki rencana untuk membuka cabang perusahaan," tuturnya.

Saat ini tokopedia menerima investasi 100 juta dolar atau setara dengan Rp 1,2 triliun dari SoftBank Internet and Media & Sequoia Capital.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved