• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Ibu Sara Maafkan Pembunuh Putri Tunggalnya

Jumat, 7 Maret 2014 17:32 WIB
Ibu Sara Maafkan Pembunuh Putri Tunggalnya
Kompas.com/Robertus Belarminus
Ade Sara Angelina Suroto (19), mahasiswa yang dibunuh mantan kekasihnya Ahmad Imam Al Hafitd (19). Mayat Ade dibuang di tol JORR ruas Bekasi, kilometer 41, Jawa Barat. Ahmad dibantu Assyifa Ramadhani (19), kekasih barunya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Elisabeth Diana tak kuasa menahan duka atas kejadian yang menimpa putrinya, Ade Sara Angelina Suroto (19). Ade Sara kehilangan nyawa karena dibunuh oleh Assyifa (19) dan Ahmad Imam al Hafitd (19), yang merupakan teman-teman SMA dari putrinya itu.

Elisabeth, yang ditemui seusai pemakaman Ade Sara, mengatakan, dia memaafkan pembunuh putri tunggalnya itu.

"Saya yakin mereka anak yang baik. Hanya, saat itu mereka tidak bisa menguasai sisi jahat dari diri mereka," kata Elisabeth, di TPU Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (7/3/2014).

Elisabeth mengaku pernah bertemu Hafitd, bahkan sudah menganggap anak muda itu seperti putranya sendiri. Elisabeth juga membenarkan anaknya memang pernah berpacaran dengan Hafitd semasa SMA.

"Waktu pacaran mereka sangat romantis. Hafitd sering ke rumah dan ngajak Sara jalan-jalan," ujar Elisabeth.

Menurut Elisabeth, kondisi itu berubah setelah hubungan Ade Sara dan Hafitd tak berlanjut. Hafitd bahkan kerap melontarkan bahasa kasar terhadap anaknya melalui Twitter.

Elisabeth menyatakan, putrinya itu sempat menunjukkan perkataan kasar dan tidak sopan dari Hafitd. Sara saat itu marah karena membaca perkataan mantan pacarnya itu.

"Saya bilang begini, kalau sudah putus, ya sudah jaga hubungan yang baik. Tapi, dia (Sara) bilang 'enggak bisa Ma' (Mama-red). 'Mama enggak tahu sih'. Dia (Sara) tunjukkan ke saya perkataan Hafitd di Twitter, dia foto dan kirim ke saya. Memang pantas (Sara) marah. Saya bisa menyadari, (perkatan Hafitd) kurang sopan," ujar Elisabeth.

Elisabeth memercayakan sepenuhnya proses hukum kasus pembunuhan itu kepada kepolisian. "Saya percaya setelah proses hukum dilaksanakan, Hafitd dan Assyifa jadi anak yang baik. Saya yakin mereka anak baik," ujar Elisabeth.

Penulis : Robertus Belarminus

Editor: Steven Greatness
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
303743 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas