• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Hati-hati, Plastik Hitam Bukan untuk Membungkus Daging

Sabtu, 5 Oktober 2013 14:44 WIB
Hati-hati, Plastik Hitam Bukan untuk Membungkus Daging
NET
Kantong plastik berwarna hitam 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SLEMAN - Membungkus daging kurban tidak boleh sembarangan. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Widi Sutikno meminta masyarakat tak membungkus daging menggunakan tas plastik (kresek) warna hitam.

"Jadi kami minta agar nanti jangan membungkus daging kurban dengan tas kresek hitam. Kami sarankan agar pakai tas kresek berwarna jernih atau putih," ujarnya, Jumat (4/10/2013).

Menurutnya, tas kresek hitam tidak higienis karena biasanya merupakan hasil daur ulang. Selain itu, yang lebih membahayakan bagi kesehatan adalah, tas kresek hitam juga mengandung karsinogen.

"Kalau zat karsinogen masuk ke dalam tubuh, bisa menyebabkan kanker. Jadi kami sarankan agar masyarakat tidak memanfaatkannya untuk membungkus daging kurban," jelasnya.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Suwandi Azis enambahkan, masyarakat juga diminta memperhatikan kebersihan tempat penyembelihan hewan kurban. Karena adalah tidak afdol jika berkurban tidak dengan daging yang bersih dan sehat.

Untuk itu, agar mendapatkan daging kurban yang maksimal, ia menyarankan agar sebelum dipotong, sapi atau kambing kurban dipuasakan terlebih dahulu. Dengan dipuasakan, diyakini kualitas daging akan lebih baik jika dibanding dengan tanpa puasa.

"Selain itu, kalau perut hewan penuh saat disembelih, hewan nanti bisa muntah," jelasnya.

Tak hanya itu, sebelum disembelih, sapi harus mendapatkan perlakuan yang baik agar tidak mengalami stres menjelang disembelih. Jadi jangan sampai memperlakukan hewan kurban secara semena-mena sebelum disembelih.

"Caranya bisa ditempatkan di tempat yang nyaman dan teduh. Bukan hanya ditali dan dipanas-panaskan. Intinya jangan sampai hewan kurban stres," katanya.

Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman menegaskan bahwa syarat hewan kurban yang dapat dipotong dan diedarkan adalah sehat. Untuk itu, warga dapat menanyakan kesehatan hewan di pos kesehatan hewan terdekat.

"Kalau memang belum sehat, hewan kurban harus disehatkan terlebih dahulu. Jadi hewan yang belum sehat, jangan dipotong dahulu. Harus disehatkan dulu," pintanya.

Menurutnya, hewan yang tidak sehat bisa diketahui secara fisik, yakni mengalami demam, lemas, keluar darah dari telinga dan dubur, dan hidung kering. Selain itu, hewan yang bermasalah biasanya nafsu makannya turun.(*)

Editor: Arief
Sumber: Tribun Jogja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
198023 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas