• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 28 Juli 2014
Tribun Pontianak

Bank Kalbar Tuan Rumah Undian Simpeda

Rabu, 2 Oktober 2013 20:58 WIB
Bank Kalbar Tuan Rumah Undian Simpeda
TRIBUN PONTIANAK/GALIH NOFRIO NANDA
Ketua Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) Indonesia, Eko Budi Wiyono (kiri) memberikan cinderamata ke Gubernur Kalbar Cornelis (tengah) dalam welcome party yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (2/10/2013). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (BPD Kalbar) atau Bank Kalbar menjadi tuan rumah penarikan undian Tabungan Simpeda BPD yang akan digelar di Pontianak Convention Center (PCC) Pontianak, Kalbar, Kamis (3/10/2013) malam.

Penarikan undian Tabungan Simpeda BPD di Pontianak merupakan periode pertama tahun XXIV-2013 yang akan diikuti 26 BPD seluruh Indonesia yang bergabung di dalam Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Perhelatan kali ini merupakan kali kedua sejak 2004 Bank Kalbar ditunjuk sebagai tuan rumah penarikan undian Tabungan Simpeda BPD.

Sementara rangkaian kegiatan lainnya dimulai makan malam perwakilan 26 BPD seluruh Indonesia bersama Gubernur Kalbar, Cornelis di Pendopo Gubernur Kalbar malam ini (tadi malam.Red), Rabu (2/10/2013).

Sedangkan acara selanjutnya pada Kamis (3/10/2013) pagi akan diadakan seminar nasional BPD seluruh Indonesia dengan tema "Strategi Bank Pembangunan Daerah dalam Menghadapi Krisis Ekonomi Global untuk Mewujudkan BPD Regional Champion."

Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY, mengatakan, saat ini perekonomian Indonesia sedang mengalami tekanan dan krisis yang diakibatkan kebijakan pemerintah menyesuaikan harga BBM, sehingga memicu naiknya harga barang dan jasa, biaya transportasi, ongkos produksi dan upah tenaga kerja. Hal tersebut juga mengakibatkan tingkat inflasi bergerak naik.

Selain itu, kondisi menjadi semakin berat karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (US Dollar), serta harga saham IHSG pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan cukup signifikan.

"Dengan kondisi makro ekonomi yang kurang menggembirakan tersebut, perbankan nasional termasuk BPD harus melakukan adjusment terhadap Rencana Bisnis Bank (RBB), melakukan evaluasi terhadap rencana ekspansi kredit dan menetapkan kenaikan suku bunga simpanan dana pihak ketiga. Karena itu harus menetapkan strategi yang tepat agar target keuangan yang ditetapkan dapat tercapai," ujarnya.

Editor: Arief
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas