• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribun Pontianak

Kredit Properti di Kalbar Berkembang Fantastis

Selasa, 1 Oktober 2013 21:01 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Hilman Tisnawan, mengatakan, perkembangan kredit properti di Kalimantan Barat menunjukkan angka yang cukup fantastis. Khususnya pertumbuhan penyaluran kredit kepemilikan ruko dan rukan yang tumbuh 75,98 persen (yoy). 

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tipe 22 sampai 70 M2 dan di atas 70 M2 juga tumbuh cukup tinggi, masing-masing sebesar 43,64 persen (yoy) dan 24,34 persen (yoy). Sementara total kredit yang disalurkan bank umum tumbuh 25,51 persen (yoy).

Dari sisi kualitas, kredit yang disalurkan ke sektor properti masih relatif terkendali, tercermin dari rasio Non Performing Loans (NPLs) KPR tipe di atas 70 M2 yang tercatat sebesar 0,81 persen.

Sementara itu, KPR untuk tipe di bawah 21 M2 dan tipe 22 hingga 70 M2 yang bukan merupakan objek pengaturan dari ketentuan loan to value (LTV) tahun 2012, mencatat NPLs yang lebih tinggi meskipun masih di bawah 5 persen, yaitu masing-masing sebesar 2,86 persen dan 1,78 persen.

Menurut Hilman, berdasarkan penelitian Bank Indonesia secara nasional, pada Juli 2013 pertumbuhan KPR tipe di atas 70 M2 dan kredit untuk flat atau apartemen di atas 70. M2 masih relatif tinggi masing-masing mencapai 25,5 persen (yoy) dan 63,3 persen (yoy). Hal tersebut jauh di atas pertumbuhan kredit secara agregat yang hanya mencapai 22,4 perse (yoy).

Dari sisi jumlah debitur, sampai April 2013, terdapat sekitar 35 ribu debitur yang memiliki lebih dari satu fasilitas KPR. Tingginya pertumbuhan KPR juga disertai dengan tingginya kenaikan indeks harga properti residensial di pasar primer sebesar 12,1 persen (yoy) pada triwulan II 2013.

Kenaikan harga yang tinggi tersebut antara lain didorong oleh tingginya permintaan terhadap perumahan, baik untuk rumah tinggal maupun sebagai objek investasi.

"Kenaikan harga yang cukup tinggi dikhawatirkan dapat menjadi pemicu instabilitas keuangan apabila terjadi gagal bayar kredit oleh masyarakat yang memanfaatkan jasa lembaga keuangan sebagai sumber pembiayaan dalam pembelian properti," tutur Hilman kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (1/10/2013).

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan aspek kehati-hatian bank terkait penyaluran KPR maupun KKB, pada tahun 2012, Bank Indonesia menerbitkan ketentuan terkait penerapan manajemen risiko pada bank yang menyalurkan KPR dan KKB, yaitu Surat Edaran Bank Indonesia.

Editor: Arief
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
196304 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas