Rusman Ali Bupati Kubu Raya Terpilih

Rusman Ali-Hermanus yang meraih 111.990 suara atau (43,78 persen), mengungguli pasangan

Rusman Ali Bupati Kubu Raya Terpilih
TRIBUN PONTIANAK/LEO PRIMA
Ilustrasi warga gunakan hak pilih 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Empat Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kota Pontianak, Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, dan Sanggau, menggelar pleno rekapitulasi suara Pemilukada masing-masing, Selasa (24/9/2013).

 

 

Hasilnya, pasangan Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak, dan Rusman Ali-Hermanus sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya, Ria Norsan-Gusti Ramlana sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pontianak dan Paolus Hadi-Yohanes Ontot sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sanggau terpilih.

Sutarmidji-Edi Kamtono meraih 139.061 suara (52,71 persen). Keduanya menang atas Hersan-Sy Ismail 8.919 (3,38 persen), Iwan-Andreas Acui 5.277 (2,00 persen), Paryadi-Sebastian 53.848 (20,41 persen), Firman-Erick Martio 50.783 (19,25 persen), dan Zulkarnaen-Paryono 5.930 (2,24 persen).

Rusman Ali-Hermanus yang meraih 111.990 suara atau (43,78 persen), mengungguli pasangan Djohansyah-Ahok Angking 8.144 (3,18 persen), Muda Mahendrawan-Suharjo 107.379 (41,98 persen), Kamaruzzaman-Andi Salmah 5.089 (1,99 persen), dan David-Hasbullah 23.199 (9,07 persen).

Paolus Hadi-Yohanes Ontot meraih 127.334 suara (54,55 persen), unggul atas pasangan Nasri Alisan-Losianus, 21.368 (9,15 persen), Lambok Siahaan-Gusti Yusri 43.348 (18,57 persen), MH Munsin-Supardi 27.817 (11,92 persen), dan Abang Ishar-Khironoto 13.571 (5,81 persen)

Sementara Ria Norsan-Gusti Ramlana mendapat dukungan 55.618 suara (47,30 persen), menang telak atas Agus Salim-Moh Ghozali 5.829 (4,69 persen), Rubijanto-M Shaleh 13.774 (11,71 persen), Mochtaria-Edi Gunawan 22.363 (19,02 persen), dan Sabli Awaludin-Mui Hat 3.016 (2,56 persen), Sunandar-Martinus 16.983 (14,44 persen).

Terhadap kemenangannya, Sutarmidji, melontarkan pujian kepada lima pasang Calon Wali Kota (Cawako) Pontianak yang legowo menerima hasil Pemilukada Kota Pontianak. Di mana mereka tidak akan melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sudah nerima semuanya. Ini menunjukkan semua sudah memberikan pembelajaran demokrasi terbaik untuk Kota Pontianak. Itu yang saya catat. Pak Firman, Zulkarnaen Siregar, Paryadi, kita berkomunikasi, Pak Iwan, Pak Acui," kata Sutarmidji.

Sutarmidji tak henti-hentinya memuji Pemilukada Kota Pontianak kali ini yang kian moderen. "Ucapan terima kasih kepada masyarakat Kota Pontianak, pasangan calon, dan seluruh tim sukses. Hampir tidak ada pelanggaran. Hampir tidak ada hiruk pikuk. Tapi masyarakat menikmati," ujarnya.

Pemilukada Pontianak pun seperti pemilihan umum di negara-negara maju seperti Singapura. "Masyarakat, ketika sudah melaksanakan hak pilih, selesai. Kampanye lebih banyak dialogis, 95 persen dialogis. Itu model kampanye ideal dan hampir semuanya melaksanakan," katanya.

Selain kepada masyarakat dan pasangan calon, Sutarmidji juga mengapresiasi sangat tinggi kepada semua penyelenggara Pemilukada. "Saya ditelefon dari Depdagri. Mereka mantau semua. Inilah salah satu model tatanan demokrasi di tingkat kabupaten/kota terbaik," imbuhnya.

Ucapan terima kasih atas penyelenggaraan Pemilukada juga meluncur dari bibir Bupati Kubu Raya terpilih, Rusman Ali. "Alhamdulillah. Saya dapat info sudah menang 4.500 suara. Ini bukan kemenangan saya, tetapi kemenangan Kubu Raya. Untuk tim, kader, teman-teman, dan pendukung saya, saya berterimakasih, sudah percaya kepada saya untuk memimpin 5 tahun ke depan. Saya harap bisa kerjasama," kata Rusman Ali saat ditemui di rumahnya, Gg Rukun Nomor 14, Jl Pangeran Nata Kusuma.

Ia berharap jika ada ketidakpuasan terhadap hasil Pemilukada bisa disalurkan melalui jalur hukum, tidak menimbulkan keresahan masyarakat demi menjaga keamanan bersama. "Saya berharap masyarakat bisa menjaga ketentraman. Sebab anarkis dapat merugikan kita sendiri," ujarnya.

Rusman Ali berjanji akan mengelola Kubu Raya dengan baik. Bahkan, semua tugas struktur kerja perangkat daerah (SKPD) akan ditertibkan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. "Tentunya, saya meminta dukungan masyarakat. Saya tidak bisa membangun sendirian.

Isya Allah dalam waktu dekat, yang diutamakan infastruktur karena perekonomian masyarakat lancar, kalau infastruktur bagus," paparnya.

Bupati Sanggau terpilih, Paolus Hadi, secara khusus mempersembahkan kemenangannya untuk ibunda, Maria Nu, yang meninggal dunia, sesuai pemilihan, Kamis (19/9). "Kemenangan saya dan Wakil Bupati Sanggau, Bapak Yohanes Ontot, saya persembahkan untuk ibu saya yang baru dipanggil pulang, 19 September lalu," kata Paolus Hadi yang ditemui di kediamannya, Gg Perintis V, Jl Perintis, Sanggau.

Paolus juga mempersembahkan kemenangan ini untuk masyarakat Sanggau. "Semoga apa yang dipercayakan masyarakat kepada kami, dapat kami pertanggungjawabkan lima tahun ke depan," ucapnya.

Wakil Bupati Sanggau terpilih, Yohanes Ontot, mengaku tidak ada pesta berlebihan menyambut kemenangan. Ia menilai kemenangan ini amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

"Biasa-biasa saja sesuai kapasitas, tidak aneh. Karena, jabatan apapun amanah dan harus kerja keras, sekecil apapun harus kerja keras, cuma tanggungjawabnya lebih besar, ini kepercayaan masyarakat," ujarnya.

Kemenangan di Pemilukada, tidak saja bermakna bagi pasangan kepala daerah terpilih masing-masing, namun juga untuk Gubernur Kalbar, Cornelis. Dengan nada merendah, Cornelis menegaskan kemenangan pasangan yang diusung koalisi PDIP, bukan semata kemenangan partai. "Ini bukan kemenangan PDIP, tapi kemenangan rakyat karena mereka sudah cerdas untuk memilih," kata Cornelis yang hadir di KPU Kubu Raya.

Ia meminta kepada Rusman Ali-Hermanus bekerja sebaik-baiknya untuk rakyat. "Buat program yang menjadi kebutuhan rakyat. Kita gubernur siap mem-back up. Tapi jangan dikorupsi. Ketika melanggar, kami PDIP akan impeachment dan tarik dukungan. Akan kita turunkan pasangan ini dari jabatannya. Kita sekarang tidak main-main," tegas Cornelis.

Cornelis mengakui menargetkan kemenangan di empat Pemilukada. Bahkan di Kaubu Raya, Kabupaten Pontianak, dan Sanggau, ia turun langsung berkampanye. "Di Kubu Raya memang saya turun langsung. Ada izin. Di Kabupaten Pontianak saya turun kampanye karena ada izin. Di  Sanggau saya turun langsung ada izin. Jadi mengkompakkan partai untuk mendukung apa yang kita sudah usung," paparnya.

Kepada kandidat yang kalah, Cornelis menuturkan ini adalah sebuah demokrasi yang tidak semuanya bisa menang dan bisa menerima kekalahan itu. "Ya mesinnya harus jalan, dan kita semua mesinnya jalan karena ini memang gawainya partai. Jadi partailah yang bergerak berjuang bekerja," tuturnya.  

Menyinggung gugatan sengketa Pemilukada, Cornelis mengaku siap menghadapinya. "Kami siap dalam persoalan pemilu. Bukan hanya di Kubu Raya. Semua pemilu di republik ini, saya ikut campur tangan," ujarnya.

Terkait tudingan money politics yang disangkakan kepada pasangan yang diusung PDIP, Cornelis menekankan PDIP sudah tegas melarang tindakan tersebut. "Kita di PDIP sudah tegaskan tidak ada money politics. Jika money politics, tewas. Harus ada pembelajaran demokrasi yang baik kepada masyarakat," katanya.

Nyaris Bentrok

Pleno rekapitulasi di KPU Kubu Raya, diwarnai aksi unjukrasa. Demo yang semula tertib sontak riuh saat warga mencurigai mobil boks polisi membawa keluar kotak surat suara melalui pintu belakang Kantor KPU Kubu Raya. 

"Kalau sampai kotak itu dibawa keluar dari Kantor KPU, kami khawatir perolehan suara akan kembali dimanipulasi. Yang namanya perhitungan suara itu seharusnya dilakukan di KPU, bukan di hotel," kata Wawan, warga Teluk Pakedai. yang ikut aksi tersebut.

Massa kemudian mengejar mobil tersebut. Polisi yang sudah berjaga-jaga, terpaksa memukul mundur agar massa tidak melakukan pengejaran. Massa yang sudah tersulut emosinya kemudian merusak papan nama KPU Kubu Raya.

Koordinator aksi, Andi Aswandi mencoba menenangkan massa dan meminta agar tak berbuat anakis. Andi menuding aparat kepolisian yang memukul duluan. "Seharusnya sebagai aparat hukum bisa menenangkan massa, bukan memukul. Namun, kami memaafkan tindakan polisi. Kami juga minta maaf. Intinya, kami tidak ingin diadu dengan pihak kepolisian. Sebab musuh kami bukan polisi, tetapi tindakan dzalim money politics yang mencoreng demokrasi Kubu Raya," kata Andi.

Ia mengatakan, aksi unjukrasa ini merupakan aksi susulan dari demo Gerakan Masyarakat Anti Money Politics (Geramp), Selasa (23/9). Ia memastikan memiliki bukti-bukti kuat. Karena itulah, ia berani bersuara. Ia akan membawa masalah ini ke MK, sesuai proses hukum yang berlaku.

Terkait kasus dugaan KPU Kubu Raya yang diduga tidak netral, akan melaporkan kasus ini ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). "Semua lembaga penyelenggara Pemilu di Kubu Raya kami sudah tidak percaya, karena aspirasi yang kami sampaikan sesuai dengan prosedur dengan bukti dan saksi yang lengkap tidak mendapat jawaban yang tegas," tuturnya.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kubu Raya, Mujiyo, akan melipahkan dua kasus money politics di Kubu dan Sungai Kakap, kepada gabungan penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) setempat.

"Dua kasus yang akan kita limpahkan itu telah melalui proses kajian, analisa, serta evaluasi di tingkat panwaslu Kubu Raya. Dari hasil tersebut telah ditemukan adanya unsur pidana," kata Mujiyo. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi dengan hasil ditemukan adanya tindak pidana. (tribun pontianak cetak)

Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved