• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Pontianak

Kapolda Kalbar Dimutasi

Selasa, 10 September 2013 16:19 WIB
Kapolda Kalbar Dimutasi
Tribun Pontianak/Uray Ferdian
Kapolda Kalbar Tugas Dwi A saat memasangkan pangkat kepada Perwira Brigadir Polri Polda Kalbar periode 1 Juli 2013 di halaman Mapolda Kalbar, Minggu(30/6/2013).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jend Pol Timur Pradopo melakukan mutasi terhadap sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah di lingkungan Polri. Berdasarkan Surat Telegram yang diperoleh wartawan dengan nomor ST/1772/IX/2013 ada tujuh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yang dimutasi.

Tujuh Kapolda yang dimutasi tersebut yakni Kapolda Kalimantan Barat, Kapolda Bali, Kapolda Bengkulu, Kapolda Banten, Kapolda Maluku Utara, Kapolda Gorontalo, dan Kapolda Kalimantan Selatan.

Kapolda Kalbar Brigjen Tugas Dwi Apriyanto diangkat dalam jabatan baru sebagai Kepala Sekolah Pembetukan calon Perwira (Kasetukpa) Lemdikpol menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto yang saat ini dipercaya menjadi Sahlijemen Kapolri.

Jabatan Kapolda Kalbar diisi Brigjen Pol Arie Sulistiyo yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Korps Brimob (Wakakorbrimob) Polri. Jabatan Wakakorbrimob Polri diisi Kombes Pol Rio Septianda yang kini menajabat sebagai Wakapolda Kalimantan Selatan.

Pengganti Kombes Rio Septianda sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah adalah Kombes Pol Budi Setiono yang kini menjabat sebagai Kabaglakbarrevisirojemengar Srena Polri.

Dalam surat telegram yang dikeluarkan 9 September 2013 tersebut, terdapat 164 perwira menengah dan perwira tinggi yang dimutasi. Kebanyakan perwira yang dimutasi dikarenakan memasuki masa pensiun mulai dari perwira tinggi bintang dua (Inspektur Jendral) sampai Komisaris Besar Polisi. Sebagian lagi merupakan bagian dari promosi jabatan mulai dari perwira tinggi polisi bintang satu (Brigadir Jenderal) sampai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie membenarkan adanya mutasi jabatan tersebut. Ada tiga alasan yang menyebabkan Kapolri melakukan rotasi jabatan tersebut di antaranya karena pensiun, promosi jabatan, dan dalam rangka penyegaran organisasi kepolisian.

"Ada beberapa perwira tinggi dan perwira menengah yang pensiun sehingga perlu dilakukan mutasi dan membeikan kesempatan kepada pewira menengah dan perwira tinggi menempati jabatan yang kosong tersebut," kata Ronny saat ditemui Tribun di Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Sebagai contoh perwira tinggi yang dimutasi di antaranya Irjen Po Benny Jozua Mamoto yang diperbantukan ke BNN sebagai Direktur Narkotika Alami Deputi Bidang Pemberantasan BNN, kini ditempatkan menjadi perwira tinggi di Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri karena memasuki masa pensiun.

Editor: Arief
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas