• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 30 Juli 2014
Tribun Pontianak

Banda Aceh Heboh Kuesioner "Alat Kelamin"

Sabtu, 7 September 2013 10:11 WIB
Banda Aceh Heboh Kuesioner
Kompas.com
Ini merupakan satu di antara halaman kuesioner yang harus di isi oleh siswa tentang ukuran alat kelamin mereka. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDA ACEH — Setelah Sabang, kehebohan penyebaran daftar isian penjaringan kesehatan siswa yang berisikan pertanyaan ukuran kelamin juga menyebar ke sekolah-sekolah di Banda Aceh. 

Sejumlah siswa dan guru memberi reaksi penolakan terhadap kuesioner tersebut. Mereka menilai daftar pertanyaan itu tidak layak diberikan kepada siswa sekolah, meskipun bertujuan untuk penjaringan data kesehatan. 

Guru Bimbingan dan Penyuluhan Sekolah SMU Negeri I Banda Aceh, Nadiatul Hikmah, menilai daftar pertanyaan tentang alat kelamin yang begitu vulgar yang disertai gambar yang ditujukan kepada siswa dinilai tidak layak. 

“Masih ada cara lain untuk kita melakukan seks edukasi kepada siswa, tidak harus dengan cara seperti itu,” ujar Nadiatul Hikmah, Jumat (6/9/2013).

Menurut Nadia, penjaringan data kesehatan siswa untuk memberi gambaran utuh bagaimana kondisi kesehatan siswa terkait dengan perilakunya sehari-hari, sah-sah saja dilakukan, untuk memberi pemahaman menjaga kesehatan kepada masyarakat terutama pelajar sekolah.

“Namun tentu ada cara yang labih baik dan sebelum memberi dan menyebarkan daftar pertanyaan harusnya siswa diberi pemahaman terlebih dahulu,” katanya. 

Untuk Aceh, tambahnya, sebagai sebuah provinsi yang berjulukan "Serambi Mekkah", tentu sangat tabu untuk berbicara hal-hal yang berbau seks secara vulgar. “Namun jika dikemas dengan sistem edukasi dan pembelajaran yang baik, pasti tidak menjadi masalah, karena dalam pelajaran sekolah pun ada dipelajari hal-hal yang berkaitan dengan reproduksi,” jelasnya. 

Seorang siswi, Ratu Adinda, pun memberikan penilaian terhadap kasus daftar isian tersebut. Menurut Ratu, pertanyaan tentang ukuran alat vital sangat tidak lazim dipertanyakan dan tidak layak.

“Aneh saja, masak ada pertanyaan mempertanyakan hal tersebut, sangat tidak lazim,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan Vicky Rully Setaiwan, seorang siswa di SMU I Banda Aceh. “Menurut saya itu hal yang privacy sekali, selain diri sendiri, mungkin hanya seorang dokter saja yang bisa mengajukan pertanyaan tersebut, dan saya tidak setuju dengan hal itu,” kata Vicky. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Taqwallah, mengaku daftar pertanyaan itu memang dibawa oleh petugas puskesmas Cot Bak U, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang untuk siswa dan siswi di SMP I Kota Sabang. 

“Salahnya memang petugas belum menjelaskan secara jelas kepada siswa dan guru pun mengaku itu hal yang penting, tapi salahnya daftar pertanyaan itu diminta dibawa pulang dan diisi di rumah oleh siswa, nah ini yang menjadi sumber masalahnya, karena tidak ada penjelasan kepada orangtua,” jelas Taqwallah kepada sejumlah wartawan.

Taqwallah juga menyatakan permintaan maafnya dan akan memperhatikan ulang isi dari kuesioner tersebut. Kuesioner yang disebarkan itu berisikan tentang data kesehatan siswa dan keluarganya, yang disebar di Sekolah SMPI I Kota Sabang. 

Siswa diminta mengisi kuesioner tersebut di rumahnya. Namun pada halaman terkahir, siswa diminta untuk memberi pilihan pada pertanyaan pilihan ganda yang berisikan tentang ukuran alat kelamin si pengisi kuesioner. 

Editor: Arief
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas