Catatan Fotografer dari Panti Asuhan Al-Faqir II

Kedatangan saya kali ini untuk menyampaikan titipan sumbangan dari teman-teman berupa sembako dan uang tunai.

Catatan Fotografer dari Panti Asuhan Al-Faqir II
ISTIMEWA/YOHANES KURNIA IRAWAN
Kondisi Panti Asuhan Al-Faqir II di kaki gunung Pasi, tepatnya berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan 

Citizen Reporter
Yohanes Kurnia Irawan
Freelance Photographer & Penulis Lepas Singkawang

SUASANA terasa sunyi ketika saya datang bersama seorang rekan ke Panti Asuhan Al-Faqir II di Kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan. Hanya terlihat beberapa potong pakaian yang dijemur di depan panti dan satu sepeda motor serta beberapa sepeda terparkir di teras bilik yang keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu ini.

Kedatangan saya kali ini untuk menyampaikan titipan sumbangan dari teman-teman berupa sembako dan uang tunai. Sumbangan ini mereka titipkan setelah melihat posting foto yang saya unggah di media sosial seperti facebook dan twitter, serta teman dari kontak BlackBerry.

Sehari sebelumnya ketika saya ikut serta meliput kegiatan bakti sosial dan buka bersama yang dimotori oleh alumni SMA Negeri 1 Singkawang angkatan 2005 pada Minggu (4/8/2013).

Suara motor kami siang itu ternyata mengejutkan Pak Muhammad Alawi, pengurus panti yang saat itu sedang memasang karpet baru berwarna hijau yang diperoleh dari bakti sosial sehari sebelumnya.

Pria asal Lombok dan lulusan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang juga menjadi pengurus panti dan pondok pesantren ini datang ke Kota Singkawang pada 2010.

Dia langsung menuju tempat ini setelah diarahkan oleh keluarganya yang sudah terlebih dahulu menjadi pengurus di panti asuhan Al-Faqir I di Singkawang Utara. Beliau merupakan satu di antara perintis panti asuhan dan pondok pesantren Al-Faqir II, dibantu oleh istrinya dan beberapa warga sekitar.

Panti ini berada di kaki gunung Pasi, tepatnya berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Agak sulit awalnya menemukan tempat ini, karena tidak ada plang penunjuk atau penanda tempat ini.

Bahkan penduduk sekitar juga banyak yang belum mengetahui panti yang baru berdiri 2 tahun lebih ini. Hanya ada satu masjid berwarna putih di kanan jalan yang menjadi patokan. Setelah melewati SMP Negeri 10 yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Singkawang menuju arah Sagatani.

Kondisi bangunan panti ini lumayan memprihatinkan. Bangunan panti yang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama yaitu bilik kamar tidur yang menyatu dengan dapur dan kamar mandi berukuran 4x6 meter. Sedangkan bagian lainnya berupa bangunan 8x4 meter, digunakan sebagai ruangan untuk belajar agama, yang disekat dan berdampingan dengan kamar pengurus panti.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Nasaruddin
Editor: Arief
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help