• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Catatan Fotografer dari Panti Asuhan Al-Faqir II

Senin, 5 Agustus 2013 20:57 WIB
Catatan Fotografer dari Panti Asuhan Al-Faqir II
ISTIMEWA/YOHANES KURNIA IRAWAN
Kondisi Panti Asuhan Al-Faqir II di kaki gunung Pasi, tepatnya berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan 

Citizen Reporter
Yohanes Kurnia Irawan
Freelance Photographer & Penulis Lepas Singkawang

SUASANA terasa sunyi ketika saya datang bersama seorang rekan ke Panti Asuhan Al-Faqir II di Kelurahan Pangmilang, Singkawang Selatan. Hanya terlihat beberapa potong pakaian yang dijemur di depan panti dan satu sepeda motor serta beberapa sepeda terparkir di teras bilik yang keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu ini.

Kedatangan saya kali ini untuk menyampaikan titipan sumbangan dari teman-teman berupa sembako dan uang tunai. Sumbangan ini mereka titipkan setelah melihat posting foto yang saya unggah di media sosial seperti facebook dan twitter, serta teman dari kontak BlackBerry.

Sehari sebelumnya ketika saya ikut serta meliput kegiatan bakti sosial dan buka bersama yang dimotori oleh alumni SMA Negeri 1 Singkawang angkatan 2005 pada Minggu (4/8/2013).

Suara motor kami siang itu ternyata mengejutkan Pak Muhammad Alawi, pengurus panti yang saat itu sedang memasang karpet baru berwarna hijau yang diperoleh dari bakti sosial sehari sebelumnya.

Pria asal Lombok dan lulusan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang juga menjadi pengurus panti dan pondok pesantren ini datang ke Kota Singkawang pada 2010.

Dia langsung menuju tempat ini setelah diarahkan oleh keluarganya yang sudah terlebih dahulu menjadi pengurus di panti asuhan Al-Faqir I di Singkawang Utara. Beliau merupakan satu di antara perintis panti asuhan dan pondok pesantren Al-Faqir II, dibantu oleh istrinya dan beberapa warga sekitar.

Panti ini berada di kaki gunung Pasi, tepatnya berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan. Agak sulit awalnya menemukan tempat ini, karena tidak ada plang penunjuk atau penanda tempat ini.

Bahkan penduduk sekitar juga banyak yang belum mengetahui panti yang baru berdiri 2 tahun lebih ini. Hanya ada satu masjid berwarna putih di kanan jalan yang menjadi patokan. Setelah melewati SMP Negeri 10 yang berjarak sekitar 10 km dari Kota Singkawang menuju arah Sagatani.

Kondisi bangunan panti ini lumayan memprihatinkan. Bangunan panti yang terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama yaitu bilik kamar tidur yang menyatu dengan dapur dan kamar mandi berukuran 4x6 meter. Sedangkan bagian lainnya berupa bangunan 8x4 meter, digunakan sebagai ruangan untuk belajar agama, yang disekat dan berdampingan dengan kamar pengurus panti.

Anak-anak panti tinggal di bilik berukuran 4 x 6 meter yang disekat menjadi 2 bagian, untuk memisahkan anak putera dan puteri. Dalam ruangan kamar yang semuanya terbuat dari kayu berukuran sekitar 2 x 3 meter inilah mereka tidur berhimpitan satu sama yang lain.

Penghuni yang menempati panti asuhan ini berjumlah 24 orang anak, yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, yang dititipkan oleh orang tua mereka di panti ini. Mereka berasal dari beberapa desa sekitar, di antaranya dari desa Sejangkung, Pangmilang, dan kampung transmigrasi Transad.

Mereka yang tinggal di panti ini semua nya sekolah di sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang ada di dekat panti ini. Mereka dititipkan di panti ini dengan harapan bisa melanjutkan sekolah dan menimba pendidikan agama di panti yang juga sekaligus menjadi pondok pesantren.

"Kalau libur lebaran, mereka biasanya pulang ke orang tua mereka masing-masing. Kecuali yang rumahnya jauh," cerita Pak Alawi.

Mereka kebanyakan berasal dari kampung yang jaraknya lumayan jauh dari sekolah, yang rata-rata dari keluarga tidak mampu. "Hanya ada dua orang yang memang sudah tidak punya orang tua lagi," papar Alawi.

Selama ini mereka mendapat bantuan operasional dari Panti Asuhan AL-Faqir I, yang masih satu yayasan dengan Al-Faqir II, serta para donatur. "Kami berharap adanya perhatian dari pemerintah serta sumbangsih dari masyarakat supaya panti serta pondok pesantren ini bisa berkembang lebih baik lagi", kata Pak Alawi mengakhiri ceritanya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Arief
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
164254 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas