Senin, 26 Januari 2015
Tribun Pontianak

Polisi Temukan Enam Mayat di Sekitar Rumah Muhyaro

Sabtu, 27 Juli 2013 17:38 WIB

Polisi Temukan Enam Mayat di Sekitar Rumah Muhyaro
Tribun Jateng
Lokasi ladang mayat di sekitar rumah Muhyaro (41), di RT 7 RW 1, Dusun Petung, Desa Ngemplak, Windusari, Kabupaten Magelang

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEMARANG - Sebanyak enam mayat di temukan polisi dan warga menemukan di sekitar rumah Muhyaro (41) di RT 7 RW 1, Dusun Petung, Desa Ngemplak, Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Penemuan "ladang mayat" dirurmah dukun pengadaan uang, Muhyaro tewas bersama Kanit Resmob Polda Jateng, AKP Yahya R Lihu. Informasi yang dihimpun Tribun penemuan mayat itu Sabtu (27/7/2014) pagi setelah polisi mencari selama dua hari.

Seorang anggota polisi menyebutkan, jumlah mayat yang ditemukan sebanyak 4 jenazah dari tiga liang. Satu liang di antaranya berisi 2 jenazah.

Saat dikonfirmasi lewat telepon, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Purwadi menjawab, "Nanti dulu lah. Ini masih penyelidikan." terangnya.

Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yahya Renaldy Lihu, Kepala Unit Resmob, Direskrimum Polda Jateng, gugur dalam tugas, Kamis (25/7/2013). Apa yang sebenarnya menimpa perwira pertama Polri yang kemudian mendapat kenaikan pangkat sebagai Kompol anumerta itu?

Rupanya saat itu Yahya dan delapan anak buahnya tengah mencari keberadaan Yolanda Irfan Putra, anak Prof Dr Barda Nawawi SH, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, yang hilang pada 5 Juli lalu.

Polisi menangkap Muhyaro, warga Dusun Petung, Desa Ngemplak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, orang terakhir yang berkomunikasi dengan Irfan.
"Kami tersesat saat hendak menuju ke rumah Muhyaro. Saat itu, Muhyaro masih berada di dalam mobil. Pak Yahya kemudian mengobrol dua mata dengan Muhyaro di mobil," kata seorang anggota polisi.

Halaman12
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas