• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Apegti: Penyelundupan Gula di Kalbar Marak

Senin, 17 Juni 2013 17:23 WIB
Apegti: Penyelundupan Gula di Kalbar Marak
NET
Ilustrasi gula ilegal
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - Ketua Asosiasi Pengusaha Gula dan Tepung Terigu (Apegti) Kalbar, Sy Usman Almutahar mengaku kecewa disebabkan terlambatnya Disperindag Kalbar menyerahkan surat keputusan Gubenur Kalbar nomor 131/Disperindag/2012 tentang Pembentukan tim monitoring tenaga ahli dan sekretariat Tim Monitoring Terpadu perdagangan gula di Kalbar.

" Saya dapat SK ini dari Kabupaten Kota, padahal SK ini sudah terbit sejak 20 Januari 2012 lalu, bagaimana kita bisa menekan peredaran gula ilegal jika SK yang diterbitkan Gubenur tidak kami terima padahal kami masuk pada susunan keanggotaan tenaga ahli  tim monitoring perdagangan gula terpadu Kalbar,"ungkapnya kepada awak media saat di temui Citra Rasa Jl Agus Salim, Minggu (16/6/2013) siang.

Menurutnya, sekitar ribuan ton gula pasir ilegal beredar di Kalbar tiap bulannya.Diperkirakan kebutuhan gula pasir di Kalbar tiap bulannya mencapai 5.500 ton, dengan hitungan rincian yakni  1,2 kg dikali 4.319.000 penduduk Kalbar. Sementara permintaan gula pasir yang terdata di Pabrik yakni 200-700 ton.

"Itupun tercampur rafinasi juga, dan gula rafinasi tidak layak untuk dikonsumsi disebabkan gula ini untuk industri, maka dari itu orang Kalbar banyak menderita diabetes, karena mengkonsumsi gula yang bukan untuk langsung dikonsumsi tetapi gula itu mesti olah dulu oleh pabrik," ungkapnya 

Ia mengatakan banyaknya gula tidak layak konsumsi merupakan rembesan dari kawasan  perbatasan baik dari Entikong, Jabobabang, atau Aruk. Menurutnya, gula tersebut berkualitas rendah dan tidak memiliki standar nasional indonesia (SNI) serta termasuk gula rafinasi.

Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
134714 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas