Marlen Nekat Tangkap Buaya Muara
Boleh dikatakan otodidak, ikut yang di tv itu si Panji. Teman kami Marlen, empar baju ke arah mata buaya, biar gak bisa melihat
Tayang:
Penulis: Novi Saputra |
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Delapan petani di Kali Nilam memberanikan diri menangkap buaya muara yang masuk ke areal persawahan. Tanpa pengalaman dan teknik, mereka mencoba menangkap dengan mengadopsi cara Panji yang biasa mereka saksikan di layar kaca.
"Boleh dikatakan otodidak, ikut yang di tv itu si Panji. Teman kami Marlen, lempar baju ke arah mata buaya, biar gak bisa melihat," kata Haris satu di antara petani yang juga Ketua Gapoktan Nilam Lestari, ditemui di Ketapang, Minggu (16/6).
Sebelumnya, kata Haris, mereka mendapatkan informasi dari petani dan pemancing ikan yang melintas sekitar lokasi persawahan. Di parit yang terhubung ke muara Sungai Pawan, muncul tiga ekor buaya.
Sebelumnya juga terlihat beberapa kali kemunculan buaya, di tiga titik dengan jumlah sekitar enam ekor. Lantaran buaya mendekati ke arah pemukiman, delapan petani ini memutuskan untuk menangkap.
"Kami terkejut karena sudah sekitar 100 meter dari parit buayanya masuk ke sawah, mau tak mau memberanikan diri. Sewaktu lemparkan baju ke matanya, Marlen duduk di atas badan buaya betina ini dan ia sempat kena kibas mengenai kepala," kata Haris.
Tidak lama kemudian, buaya tersebut ditaklukkan dan dibawa ke gudang Gapoktan yang dikelolanya. "Kalau dibunuh nanti kami kena undang-undang, masuk penjara siapa mau. Kalau tidak ditangkap, petani dan pemancing ketakutan," kata Haris.
Haris mengatakan tangkapan buaya ini sudah dilaporkan ke pihak BKSDA Ketapang, dan untuk sementara diamankan di gudang Gapoktan. Setiap harinya, buaya tersebut diberi jatah makan dua ekor ayam kampung.
Haris berharap, pemerintah dapat memikirkan solusi terbaik, lantaran penampakan buaya sering terjadi, sementara di sisi lain perluasan persawahan juga sedang dilakukan. "Ya, mungkin ditangkap semuanya, baru dipindahkan ke tempat lebih aman," kata Haris.