Selasa, 25 November 2014
Tribun Pontianak

Frederika: Kerajinan Rotan Potensial

Senin, 10 Juni 2013 22:24 WIB

Citizen Reporter
Rinto
Staf Humas Pemprov Kalbar

BERBEKAL pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dan keunggulan ketersediaan bahan baku diharapkan nantinya akan dapat menumbuhkan usaha kerajinan anyaman dan tenun khususnya tenun ikat. 

Produk aneka kerajinan anyaman rotan/bambu dan tenun ikat kalbar berpotensi untuk dikembangkan karena dilihat dari corak, motif dan desainnya mempunyai ciri khas tersendiri yang sangat berbeda dengan daerah lainnya. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Frederika Cornelis, SPd pada acara pelatihan teknis pembuatan tenun ikat motif khas kalbar dan pelatihan teknis diversifikasi produk kerajinan rotan/bambu, Senin (10/6/2013).

Dikatakannya, peluang dan prospek usaha kerajinan anyaman dan tenun cukup menjanjikan, maka sudah sewajarnya pengetahuan dan keterampilan anyaman maupun menenun perlu sekali disebarluaskan dikalangan masyarakat di antaranya melalui kegiatan pelatihan. 

Di samping itu, hal ini didukung oleh ketersediaan bahan baku ditempat kita yang masih ada dan belum diolah secara optimal seperti, bambu, rotan, pandan, bemban, dan lain-lain.  

Dengan diadakan pelatihan ini, kita harapkan, untuk menumbuhkankembangkan industri kerajinan rakyat yang berbasis sumber daya lokal khususnya bambu, rotan serat alam (pandan) dan tenun ikat, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan perajin dalam hal inovasi dan diversifikasi produk dan finishing, untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap produk kerajinan yang dihasilkan oleh perajin.

Berbicara soal penghargaan, sudah tidak diragukan lagi kalbar tidak kalah dengan daerah lainnya, ditingkat internasional Unisco Award yang diselenggarakan di malaysia mendapatkan peringkat pertama; kategori anyaman berbasis serat alam (pandan) yaitu "Keban Baronai" dari Kapuas Hulu. 

Sedangkan tingkat nasionalnya juara pertama kategori kerajinan berbasis kayu yang dilaksanakan oleh dekranasda pusat yaitu "Miniatur Motor Bandung" dari sanggau. Juara kedua: tingkat nasional kategori kerajinan gerabah/keramik hias yang dilaksanakan oleh dekranas pusat yaitu; keramik hias "Tempayan Naga" dari singkawang. Penghargaan itu menunjukan kepada kita bahwa, produk kerajinan kita masih memiliki daya saing yang cukup tinggi. 
Editor: Arief

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas