Tuan Rumah PON 2020
WACANA agar Kalimantan Barat menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 sedang hangat-hangatnya dibicarakan.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Jika melihat sarana dan prasarana olahraga di Kalbar saat ini tentu saja ide itu terasa muluk. Kalimantan Barat nyaris tak memiliki sarana dan prasarana olahraga yang memadai. Kompleks olahraga yang ada mungkin hanya GOR Pangsuma dan Stadion Sutan Syarif Abdurahman. Sedangkan untuk cabang lain seperti dojo karate atau tempat latihan silat bisa dikatakan tak memadai. Belum lagi untuk cabang olahraga lain seperti gulat, panahan, dan lain sebagainya.
Namun, Kalbar tak boleh pesimistis dengan kondisi ini. Justru dengan sarana dan prasarana olahraga yang minim tersebut menjadi pemacu agar daerah ini bisa membangun sarana dan prasarana olahraga yang memadai dan refresentatif. Ada peribahasa yang mengatakan banyak jalan menuju ke Roma. Banyak juga jalan agar Kalbar bisa membangun sarana dan prasarana untuk memenuhi persyaratan sebagai tuan rumah PON.
Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalbar Ir Zulfhadli mengatakan jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak memiliki dana maka bisa menggandeng pihak swasta. Ia mencontohkan saat Riau menjadi tuan rumah PON tidak ada sepeser pun dana pembangunan sarana prasara menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana justru mengucur dari pihak swasta. Mislanya pembangunan sarana prasarana gedung olahraga bulutangkis, dibangun perusahaan. Nama perusahaan menjadi nama gedung olahraga atau sarana prasarana tersebut.
Zulfhadli yang juga anggota Komisi X DPR RI ini menyatakan dukungannya Kalbar menjadi tuan rumah PON pada 2020. Kalbar memiliki sumber daya yang cukup mampu menyelenggarakan iven tingkat nasional. Ia menyarankan mulai tahun ini atau minimal tahun depan Kalbar bangun venue-venue berstandar internasional sehingga pusat bisa melihat keseriusan Kalbar untuk menyelenggarakan kegiatan akbar ini.
Selama ini sangat banyak perusahaan-perusahaan besar terutama perkebunan yang beroperasi di Kalbar. Pemerintah harusnya bisa menggandeng perusahaan-perusahaan tersebut dengan menyumbangkan corporate social responsibility atau CSR-nya untuk membangun venue olahraga. Selama ini perusahaan-perusahaan tersbeut sudah mendapatkan layanan yang baik dari pemerintah, sudah selayaknya ada timbal balik untuk kemajuan olahraga Kalbar. Tak hanya itu membawa nama Kalbar di tingkat nasional. Kita tahu bahwa sukses penyelenggaraan PON juga berdampak positif bagi ekonomi daerah.
Rencana Kalbar untuk menjadi tuan rumah semestinya harus di-follow up sejak saat ini. Selama ini provinsi lain yang juga menyatakan siap menjadi tuan rumah pada PON 2020 adalah Papua, Sumatera Utara, Bali, dan Aceh Tengah.
Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman mengemukakan, masing-masing provinsi berpeluang sama bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan PON. Namun, Sumut dan Bali sangat getol meminta dukungan kepada KONI termasuk terus memperbaiki infrastruktur sebagai tempat pertandingan.
Wakil Sekretaris I KONI Pusat Brigadir Jendral TNI Endang Sodik saat hadir di Kalbar ketika membuka Musyawarah Provinsi KONI Kalbar belum lama ini mengapresiasi dan mendukung niat Kalbar untuk menjadi tuan rumah PON 2020. Ia juga mengatakan semua Provinsi di Indonesia mempunyai kesempatan yang sama dan Kalbar cukup memiliki kapasitas namun tentu butuh persiapan. Dalam waktu yang panjang tersebut Kalbar diharapkan bisa mempersiapkan segala sesuatunya di antaranya sarana dan prasarana penunjang multi event.
Bagi Ketua Umum KONI Kalbar Syarif Mahmud langkah pertama yang akan dilakukan untuk program jangka pendek adalah menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (porprov) 2014 untuk mempersiapkan atlet yang lolos pada PON XIX di Jabar.
Bahkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, saat berkunjung di Kalbar mengatakan pemerintah pusat akan mendukung rencana Pemprov Kalbar menjadi tuan rumah PON. Apalagi kesempatan menyelenggarakan ajang empat tahunan itu dapat memacu pengembangan olahraga daerah penyelenggara, baik dari sarana prasarana, cabang unggulan, maupun pembibitan atlet.
Memang, sejauh ini Kalbar belum pernah menjadi tuan rumah PON. Kalbar kalah jauh dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang sudah menjadi tuan rumah PON XVII. Semoga rencana tersebut bisa terealisasi seperti yang diucapkan Asisten III Setda Provinsi Kalbar Kartius bahwa Gubernur Cornelis juga sangat setuju jika Kalbar jadi penyelenggara PON pada 2020 yang sekaligus PON ke-20. *