Asa Kalbar di Persipon
Melawan kesebelasan PSBL Langsa, besar harapan agar Persipon bisa memperoleh poin penuh dalam laga kandang kedua dalam musim ini.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Seperti kita ketahui dalam tiga laga Persipon belum satupun berhasil memetik angka. Pertama saat laga tandang melawan Persitara Jakarta Utara, Persipon tunduk dengan skor 0-2. Kejadian serupa saat laga away melawan kesebelasan Lampung FC di stadion Pahoman, Lampung. Pada pertemuan yang keras bahkan sempat ricuh tersebut Gajah Beringas berhasil mencukur Elang Khatulistiwa dengan skor telak 3-0.
Asa pendukung sepakbola Kalbar sebenarnya nyaris terobati saat Persipon menjamu PSMS Medan di Stadion SSA pada Rabu (15/5) lalu. Namun sayang dalam kandang tersebut elang Khatulistiwa kembali menelan pil pahit setelah dikandaskan oleh Saktiawan Sinaga dkk dengan skor 2-1.
Pada pertandingan yang dipadati elang mania tersebut Saktiawan Sinaga, benar-benar tampil sakti dengan memborong dua gol kemenangan timnya di menit 67 dan menit 83. Gol balasan tuan rumah dicetak lewat heading pemain belakang, Joko Sugiarto, di menit 85.
Sejumlah kalangan menilai lini belakang Persipon yang masih perlu dibenahi. Selain itu kekompakan di lini tengah juga perlu dipertajam sehingga bisa mengalirkan bola lebih lancar ke depan. Apalagi Persipon memiliki penyerang yang cukup mumpuni yaitu Kurniawan Dwi Yulianto, eks pemain timnas Indonesia yang pernah malang melintang di dunia sepak bola tanah air.
Kritik para pendukung Persipon memang boleh dikatakan wajar. Lihat saja dalam lima kali pertandingan Persipon memetik dua kali kemenangan, masing-masing atas Persikab Bandung dan PSIS Semarang. Namun kemenangan Persipon dalam liga Divisi Utama LPIS 2013 melalui walk over (WO) karena lawan yang tidak datang.
Dari sejumlah kekalahan-kekalahan itu kemudian muncul suara- suara yang mempertanyakan kemampuan coach Winedy Purwito sebagai pelatih Persipon. Ada yang mulai ragu atas kemampuan Winedy Purwito yang pernah menukangi Madura United tersebut. Kali ini Winedy berjanji skuadnya akan tampil menyerang untuk memetik angka terlebih dahulu. Ada sejumlah langkah yang dilakukan Winedy, antara lain membenahi beberapa aspek tim, seperti fisik pemain, rotasi pemain, dan mengevaluasi program jelang kick off. Coach Winedy juga akan mengevaluasi program, yakni dengan menambah kekuatan, ketahanan dan kecepatan pemain.
Nah, selain faktor permainan, sebagai tuan rumah Persipon juga harus berbenah diri. Sukses menggelar pertandingan home perdana, Persipon dinilai masih perlu banyak pembenahan agar standarisasi pertandingan Divisi Utama Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS) bisa tercapai.
Menurut Match Commisioner LPIS, Anhar Raspati, masih banyak kekurangan Persipon sebagai tuan rumah, mulai dari kesiapan perangkat pertandingan hingga panitia pelaksana. Anhar mengatakan Persipon perlu pembenahan total agar kelayakan stadion kandang (SSA) bisa memenuhi standar dari LPIS. Mulai dari perlengkapan fasilitas stadion hingga keamanan pemain.
Keamanan pemain menjadi faktor penting. Menurut Anhar standar LPIS tidak seharusnya penonton atau supporter bisa berada di pinggir lintasan atletik yang mengelilingi lapangan sepakbola. Penonton atau supporter harus berada di tribun. Belum lagi fasilitas stadion seperti ruang ganti pemain, yang ketersediaan air bersih masih kurang.
Alasan M Husni yang dipercaya menjadi ketua panitia kala itu masih masuk akal. Menurut dia kurangnya standar fasilitas stadion karena pihaknya belum berpengalaman dengan standarisasi pertandingan home. Pada pertandingan home kali ini semoga semuanya sesuai standar agar masyarakat Kalbar benar-benar merasa bangga.
Di pundak 11 pemain Persipon harapan masyarakat Kalbar ditumpukan. Jika daerah lain memiliki tim kebanggan yang melenggang di tingkat nasional, maka rasanya Kalbar juga harus memiliki itu. Selamat berjuang Persipon, bautlah masyarakat Kalbar bangga. *