Sambas Terancam Peredaran Barang Ilegal

Sebagai wilayah perbatasan antara negara, tentunya banyak ancaman sekaligus peluang bagi daerah

Tayang:
Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Asisten II Setda Sambas, H Chifni Burhanuddin mewakili Bupati Sambas mengatakan memberikan apresiasi dilaksanakan sosialisasi kebijakan perdagangan lintas batas di Kabupaten Sambas. 

Sambas adalah wilayah Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Malausia. Namun saat ini banyak aturan yang masih belum diketahui secara umum oleh masyarakat perbatasan.

"Sebagai wilayah perbatasan antara negara, tentunya banyak ancaman sekaligus peluang bagi daerah. Ancaman yang jelas seperti masuknya barang atau produk makanan secara ilegal, termasuk juga dijualnya hasil pertanian dan perkebunan secara ilegal, " ujar Chifni, Kamis (30/5/2013).

Menurutnya selain ancaman, tentunya ada peluang, di antaranya dibukanya daerah perbatasan sehingga menjadi lebih baik, khususnya infrastruktur dan sarana prasarana. Sehingga, dapat dilihat kemajuan perbatasan Sambas di Aruk.

Peluang lainnya, jumlah tamu yang datang setiap tahunnya terus meningkat hingga mencapai 20 persen, dan tentunya ini peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan hasil kerajinan daerah.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved