Minggu, 23 November 2014
Tribun Pontianak

Kue Tradisional ala Wanah

Senin, 27 Mei 2013 10:20 WIB

Kue Tradisional ala Wanah
TRIBUN PONTIANAK/LEO PRIMA
Wanah berjualan kue tradisional di Jl Purnama, Kota Pontianak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bagi Anda penggila aneka jajanan  kue tradisional, Tribun memiliki tempat referensi untuk Anda. Persis di Jalan Purnama, ada sebuah gerobak kecil beratapkan seng biru. Di sana dijual berbagai macam kue tradisional. Seperti putu piring, putu mayang, serabi, klepon, kokes, dan ongol-ongol. Meskipun tempatnya sangat sederhana, namun panganan yang mereka jual sangat khas dan lezat.

Wanah, penjual aneka kue tradisional yang sudah enam tahun menjual aneka panganan tradisional itu, sangat konsisten dalam mempertahankan ke khasan citarasa maupun tampilan kue-kue yang dijualnya.

"Untuk menjaga kualitas rasa yang diciptakan, saya selalu menerapkan dan mempertahankan resep warisan keluarga. Jadi rasanya akan selalu sama pada setiap waktu," ujar Wanah kepada Tribun, Rabu (22/5/2013).

Enam tahun sudah dirinya menjual kue-kue tradisional itu. Dalam perhari, ia mampu menjual sekitar 800 pcs kue dengan harga Rp 800. Dan putu piring menjadi salah satu panganan yang paling banyak diminati. "Untuk putu piring saja, biasanya habis lebih 500 pcs setiap harinya. Apalagi jika bulan puasa, banyak habisnya," tuturnya.

Putu piring merupakan salah satu kue khas Kalimantan Barat. Kue ini terbuat dari tepung beras dan gula merah. Sebagai bahan isiannya ditambah dengan parutan kelapa. Bentuknya seperti piring yang dibalut dengan kain saat sebelum dikukus.

Putu piring mereka sangat khas dan enak. Teksturnya lembut. Mereka sangat memperhatikan kualitas bahan yang digunakan. Wanah mengatakan kualitas bahan yang terbaik akan menghasilkan kue yang enak pula.

Selain kualitas bahan yang menjadi poin penting, proses pengukusan juga tak kalah pentingnya. "Tingkat kematangan tepung perlu dijaga. Tidak boleh terlalu matang dan kurang matang. Paling lama sekitar 10 menit pengukusannya," terangnya. 

Kue yang satu ini sangat enak jika disantap selagi panas bersama keluarga. Kerap sangat sulit untuk menemukan kue yang satu ini. Karena sudah jarang yang menjualnya. Boleh dikatakan bisa dihitung dengan jari. 

Meskipun kue putu menjadi panganan primadona yang dijual Wanah, kue-kue yang lain juga memiliki penikmatnya tersendiri. "Kayak kelepon, serabi, putu mayang, dan lainnya juga sering dibeli orang. Tapi tidak selaris putu piring. Yang peminatnya sampai sekarang sangat banyak," ucapnya.

Karena kewalahan melayani pelanggannya setiap hari, iapun membuka cabang di Jalan Paris 2  dekat rumah makan Ghani. "Baru setengah tahun cabang itu saya buka. Mudah-mudahan bisa bertambah lagi," tambahnya.

Wanah mengatakan sampai kapanpun akan tetap menjual panganan tradisional. Walaupun kini telah menjamur aneka jajanan junk food seperti burger, ia tidak akan tergoda dan tetap melestarikan kue jajanan tradisional khas Kalbar. (mir)


Penulis: Mirna
Editor: Arief

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas