Senin, 6 Juli 2015

Reformasi AD di Tangan Moeldoko

Rabu, 22 Mei 2013 20:50

Reformasi AD di Tangan Moeldoko
Penkostrad
Letjen TNI Moeldoko bersalaman (kanan)

Moeldoko juga mengunjungi Tribun Pontianak untuk bersilaturahmi saat akan pindahtugas sebagai Pangdam Siliwangi di Bandung. Ia ngobrol akrab dengan awak redaksi termasuk dengan Pemred saat itu Albert GJ Joko. Albert tak segan mendoakan agar kelak Moeldoko diserahi tugas lebih besar lagi yaitu sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Kini, Moeldoko benar-benar dipilih sebagai KSAD oleh Presiden SBY. Di pundaknya banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, termasuk mereformasi TNI AD.

Saat ditanyakan program apa saja yang akan dijalankan setelah dilantik nanti, ia menegaskan pada prinsipnya mempertahankan program-program baik yang ada untuk ditingkatkan kualifikasinya. Di antara program tersebut adalah memelihara, menjaga, dan meningkatkan program-program KSAD yang saat ini telah berjalan, agar terjadi kesinambungan yang tidak pernah putus.

Di antara pesan SBY adalah kepada KSAD baru agar TNI AD tumbuh jadi tentara profesional, kapabel, dan kian dekat dengan rakyat. Setidaknya ada tujuh arahan kepada KSAD baru. Yaitu, mulai kepemimpinan TNI yang dekat rakyat hingga sikap netral TNI dan tak berpolitik praktis saat Pemilu 2014 mendatang.

Penunjukkan Moeldoko ini mendapat sambutan positif parlemen. Komisi I DPR senang, apalagi Moeldoko dinilai tak memiliki resistensi dan catatan kelam apapun. Wakil Ketua Komisi I DPR Ramadhan Pohan, berpendapat, sebagai Wakil KSAD, Letjen Moeldoko tinggal melanjutkan saja. Komisi I tak ada masalah dengan Moeldoko.

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR Marsdya (Purn) Basri Sidehabi menilai pilihan Presiden SBY tidak keliru. Jenjang karir militer perwira tinggi TNI AD ini, bahkan lebih baik dibanding Jenderal Pramono Edhie yang dia gantikan.

Sambutan postif juga disampaikan para tokoh di Kalbar. Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Ridwan mengaku bangga atas terpilihnya Letnan Jenderal Moeldoko sebagai KSAD menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo.
Ia mengenal Moeldoko sebagai seorang sosok Jenderal yang senang dengan petani. Termasuk pelopor Pesta Petani Muda Indonesia (Pestani) yang memiliki konsen kepada pengembangan petani. Ia berharap suatu saat KSAD dapat berkunjung kembali ke Kalbar terutama ke perbatasan.

Halaman12
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
KOMENTAR
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas