Style Blitz
Rawat High Heels Cukup Dilap
Soalnya waktu sekolah kan belum boleh pakai high heels dan rasanya belum terlalu penting buat kece-kecean
Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - MonicaYessie Gregoria, Gadis kelahiran Pontianak 1 November 1991 ini mengaku memiliki koleksi high heels. Tak tanggung-tanggung high heels yang paling mahal yang ia koleksi seharga Rp 3,8 juta. Monica membeli high heels ini di dalam negeri saja.
Anak dari Drs JP Suwardie dan Genoveva Masni ini menuturkan semenjak kuliah dirinya sudah mulai suka. "Soalnya waktu sekolah kan belum boleh pakai high heels dan rasanya belum terlalu penting buat kece-kecean," ungkapnya.
Diakuinya jumlah koleksi high heels miliknya sangat banyak dan tak terhitung. "Soalnya saya juga gak pernah hitung berapa jumlah semuanya. Saya suka merek apa saja, yang penting enak dipakai dan ukuran harus pas juga," ujar anak ke tiga dari tiga bersaudara ini.
Disinggung rentang waktu dalam dan berapa budget khusus diakuinya tak ada yang pasti. "Gak ada dan seperlunya saja. Kadang ketika saya perlu menyesuaikan buat pakaian yang mau dipakai saya beli. Terus kadang juga kalo ada model-model heels terbaru suka tergoda buat beli. Apalagi kalau pas dicoba cocok di kaki," tuturnya.
Cara perawatannya saya gak pernah melakukan perawatan khusus. "Tapi suka dan sering dilap saja. Karena tidak boleh juga terlalu sering dicuci. Terus ada bahan-bahan tertentu yang dijaga dan jangan sampai kotor," sarannya.
High heels yang paling disukainya adalah stilettos high heels. Soalnya lebih kelihatan seksi kakinya kalau memakai itu. "Tapi kalau jenis platform, lebih enak dipakai karena gak pegal meskipun tingginya tinggi banget, soalnya di bagian depannya juga tebel," lanjutnya.
Menurutnya, high heels sudah begitu melekat sebagai seorang entertainer. "Buat saya itu merupakan kebutuhan. Soalnya tinggi badan saya cuma 160 cm. Selain itu tuntutan pekerjaan yang bergelut di dunia entertaiment jadi mesti protect dengan yang namanya penampilan," pungkasnya. (qky/tribun pontianak cetak)