Rabu, 26 November 2014
Tribun Pontianak

BNN Tangkap Perwira TNI Nyabu

Senin, 29 April 2013 17:00 WIB

BNN Tangkap Perwira TNI Nyabu
JAKARTA, TRIBUN - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap seorang perwira TNI Angkatan Laut terkait kasus narkoba jenis sabu-sabu. Informasi yang berkembang menyebutkan, perwira TNI AL yang dimaksud memiliki jabatan penting di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Semarang. Pangkalan ini dipimpin Kolonel Laut (E) Ir Antar Setiabudi.

Tjahjo Kumolo, anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, mengaku terkejut dengan tertangkapnya perwira TNI AL di Semarang. Menurutnya, jika itu benar, sangat memprihatinkan. Alasannya, sebagai pejabat penting di Lanal, ia seharusnya jadi panutan.

"Sangat mengejutkan dan sangat memprihatinkan. Harusnya sebagai komandan TNI, tokoh masyarakat, jadi panutan dan memberikan contoh, khususnya dalam pemberantasan narkoba. Itu kalau benar," tutur Tjahjo kepada Tribunnews.com, Jakarta, Senin (29/4/2013).

Kejadian ini, lanjutnya, harus menjadi bahan evaluasi pimpinan TNI, agar setiap masuk nominasi komandan apapapun, harus melalui tahapan psikotes. Tjahjo mengusulkan tahapan psikotes perlu diterapkan, sebelum diambil keputusan bahwa yang bersangkutan menjadi pimpinan di salah satu pos.

Informasi yang berkembang, BNN menangkap perwira berpangkat kolonel dengan inisial AS pada Senin dini hari di sebuah hotel. Sang perwira TNI tersebut sudah dibawa ke Markas BNN di Cawang, Jakarta Timur. 

"Yang bersangkutan tertangkap tangan sedang menggunakan narkotika jenis sabu di kamar hotel," kata salah seorang petugas BNN, sebagaimana dilansir detikcom.

Sekitar pukul 13.00 WIB, Komandan Pusat POM AL, Laksamana Pertama Gunung Heru mendatangi BNN. Saat ditanya apakah kedatangannya terkait perwira TNI yang dibekuk BNN dari sebuah hotel di Semarang, ia enggan menjawabnya. 

"Kita silaturahmi saja," kata Gunung. Dengan mengunakan seragam TNI lengkap dan membawa tongkat komando, Gunung mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan BNN. "Kita 'kan ada kerjasama dengan BNN," ujarnya. 
Editor: Andi Asmadi
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas