73 Orang Diklatpim LAN Studi Lapangan di Sambas
Kebanyakan setiap masalah konflik bisa diselesaikan dan tidak menimbulkan dampak yang besar
Tayang:
Editor:
Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekda Sambas, Jamiat A Kadol secara resmi membuka penyambutan studi Diklatpim (Pendidikan Pelatihan Pimpinan) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Kabupaten Sambas. Pada pembukaan tersebut diikuti sebanyak 73 peserta dan widyaswara.
"Kedatangan mereka ke Sambas untuk melakukan pengkajian dan penelitian terhadap berbagai persoalan bencana dan konflik sosial, dan bagaimana menyatukan persoalan yang ada di perbatasan Kabupaten Sambas," ujar Jamiat A Kadol kepada wartawan, Selasa (23/4/2013).
Dikatakan, berbagai konflik yang terjadi seperti masalah lahan perkebunan, masalah konflik antar nelayan karena wilayah kita yang terbuka tentunya sangat rentang dengan pencurian ikan oleh nelayan asing sehingga tangkapan nelayan kita sedikit.
"Kebanyakan setiap masalah konflik bisa diselesaikan dan tidak menimbulkan dampak yang besar, yang perlu menjadi bahan pemikiran yaitu dimana secara hukum lahan yang tanpa ada surat atau sertifikat tentunya masuk dalam milik negara, sedangkan masyarakat kebanyakan ketika mereka sudah membuka lahan tentunya mereka menggap itu milik mereka," katanya.
Tentunya menurut Sekda, harus ada rumusan agar ada jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini."Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan tadi, dapat menjadi rumusan bagi mereka apakah akan dibawa ke tingkat nasional," tandasnya.