BNN: Tak Ada Daerah Bebas Narkoba

Kalau penangkapan saja kurang maksimal, dan hanya bersifat penegakan hukum.

Tayang:
Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Drs V Sambudiyono MM mengatakan kegiatan pelatihan servis handphone di Kampung Beting, Pontianak Timur, merupakan satu di antara kegiatan alternatif dalam memberantas penyalahgunaan narkoba. 

"Kalau penangkapan saja kurang maksimal, dan hanya bersifat penegakan hukum. Nah solusinya apa, ya seperti ini," ungkap Sambudiyono, Senin (22/4/2013).

Daerah dan provinsi diungkapkan, saat ini tak ada yang terlepas dari narkoba. "Dari hasil survei pada 2011 angka masyarakat yang terlibat narkoba sebanyak 3,7 juta jiwa. Kerugian negara mencapai Rp 48,2 triliun dan Rp 57 triliun di 2013, di seluruh Indonesia. Jadi, program ini bertujuan untuk pemberdayan agar dapat merubah mindset dari yang ilegal menjadi mandiri, tanpa bersentuhan dengan narkoba," jelasnya.

"Sedangkan pada 2013 sebanyak 4,7 juta jiwa dan diharapkan dengan ini 2015 nanti akan turun. Karena untuk target 2015 nanti tidak mungkin tercapai secara drastis. Di sini yang kita utamakan dahulu intensitasnya, tidak ada pengguna baru dan kita bikin ini untuk memancing yang lain," lanjutnya.

Diharapkan, dengan kegiatan ini para peserta dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dalam memberantas peredaran narkoba. "Agar masyarakat Aceh tidak menanam ganja, kita juga lakukan seperti ini dan sama, mereka (Aceh) juga menjadi korban. Pemberdayaan masyarakat ini tentunya membutuhkan waktu yang panjang," harapnya.

Adapun beberapa kota-kota di Indonesia yang sudah mulai diberdayakan di antaranya Pontianak, Pekanbaru dan Aceh. "Ini salah satu solusi, kalau mereka tidak ada ketrampilan bagaimana bisa bekerja dan meyakinkan bahwa dirinya mampu berkerja di luar masalah Narkoba," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved