Hadapi Juventus, El Shaarawy Jadi Tumpuan Milan
Tak benar jika saya dan Mario mengalami ketidakcocokan. Saya yakin 100 persen bisa bermain dengannya
Klub kebanggaan kota Milan itu berambisi lolos ke Liga Champions di musim depan, tanpa mengikuti kualifikasi. Ketika meladeni Napoli yang notabene berada di peringkat kedua, il Diavolo gagal memanfaatkan peluang untuk meraih kemenangan.
Namun, Shaarawy yang performanya akhir-akhir ini mendapat kritikan karena kehadiran Mario Balotelli, bertekad membawa timnya meraih tiga poin di Juventus Stadium, Turin, Senin (22/4) dinihari.
"Tak benar jika saya dan Mario mengalami ketidakcocokan. Saya yakin 100 persen bisa bermain dengannya," ungkap Little Pharaoh (Si Firaun Kecil) seperti dilansir football-italia.
Dengan masih absennya Balotelli karena sanksi, El Shaarawy tentu akan menjadi tumpuan Milan di lini depan. Si Firaun Kecil pun bertekad membungkam Si Nyonya Tua.
"Perihal Juve, laga ini tak akan mudah karena mereka adalah tim yang kuat dan mengalami musim yang baik. Tapi AC Milan ingin mendapatkan tiga poin dan akan tampil menyerang sejak menit awal," ungkapnya.
Sebelum ini, pemuda berusia 20 tahun itu sempat tidak disertakan dalam skuat Rossoneri saat ditahan imbang 1-1 oleh Napoli, akhir pekan lalu. Hal itu pun langsung menimbulkan spekulasi bahwa hubungan El Shaarawy dan klub Italia tersebut mulai retak, yang pada akhirnya dimentahkan. El Shaarawy telah menyatakan komitmennya dalam berseragam Merah-Hitam.
"Saya ingin bertahan dengan AC Milan untuk beberapa tahun ke depan dan membuat sejarah dengan klub ini," jelasnya. "Untuk mencapainya, saya membutuhkan komitemen maksimal, kerendahan hati, dan memberikan semuanya. Saya kini tengah mengalami musim yang baik, namun saya harus belajar lebih banyak lagi."
Bagi pemain berdarah Mesir-Italia ini, AC Milan sudah seperti keluarga besar. Dan Pelatih Massimiliano Allegri bukan sekadar seorang pelatih melainkan juga ayah bagi dirinya. Menurut Shaarawy, Allegri tak hanya membantunya berkembang sebagai pesepakbola, tetapi juga sebagai manusia.
"Aku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Allegri. Dia seperti ayahku. Dia pribadi yang luar biasa karena ia memberi nasihat dalam karierku dan membentukku sebagai seorang individu. Aku berterima kasih kepadanya," aku striker Timnas Italia itu.
"Untuk mencapai hal tertentu, Anda harus berkorban dan bekerja keras. Aku melakukannya dengan senang karena menjadi pemain sepak bola adalah pekerjaan terbaik di dunia dan aku tahu seberapa jauh aku melangkah," pungkasnya.