Kalbar Doakan Daud Yordan Menang
Dari hasil timbang badan yang dilakukan di Grand Ballroom Hotel Sultan, Senayan Jakarta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Usai sesi timbang badan, jelang pertarungan mempertahankan gelar juara dunia, dua petinju Indonesia, Daud 'Cino" Yordan dan Chris John, dinyatakan layak tanding.
Dari hasil timbang badan yang dilakukan di Grand Ballroom Hotel Sultan, Senayan Jakarta, Sabtu (13/4) siang, Daud Yordan tercatat memiliki berat 56,9 kg dan lawannya, Simphiwe Vetyeka memiliki berat 56,8 kg. Batas atas untuk kelas bulu IBO adalah 57,15 kg.
Setelah itu, barulah Chris John dan penantangnya yang berasal dari Jepang, Satoshi Hosono, melakukan timbang badan. Chris John mencatatkan berat 57,1 kg, sementara Satoshi membukukan berat badan 56,9 kg.
Kedua petinju tersebut dinyatakan layak naik ring, karena tak melebihi batas 57,5 kg. Dalam sesi timbang badan tersebut, juga dihadiri perwakilan dari International Boxing Organization (IBO), World Boxing Authority (WBA) dan Komite Tinju Profesional Indonesia (KTPI).
Chris John, saat akan meninggalkan Golden Ballroom Hotel Sultan, tempat dilakukan sesi timbang badan, mengatakan persiapannya sudah matang dan sudah mempelajari gaya dan gerakan bertinju lawan yang akan dihadapinya dalam pertarungan 12 ronde.
"Saya optimis akan mengatasinya, dengan memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan pukulan. Mengenai KO saya pikir jika ada kesempatan, hal itu bisa saja terjadi," ujarnya.
Menurutnya, ia dan pelatih sudah mempunyai strategi yang akan dipergunakan di atas ring nanti.
"Simphiwe petinju bagus, dan memiliki pukulan lengkap, ini wajib saya waspadai. Tapi, saya memiliki pengalaman lebih, makanya saya optimistis untuk meraih kemenangan," katanya optimis.
Menyandang gelar juara dunia kelas bulu versi IBO, tak membuat Daud Yordan, menjadi seorang petinju yang sombong. Bahkan rendah hati dan selalu mengingat rekan lama adalah kesan yang melekat dalam pribadinya. Setidaknya itu menurut Joey de Ricardo, satu diantara rekan sekaligus senior yang merupakan panutan bagi Daud Yordan.
"Tak banyak petinju yang bergelar juara dunia memiliki kepribadian rendah hati seperti Daud. Apalagi mau menegur dan berbicara dengan petinju yang tak memiliki prestasi sebagus dirinya," ujar Joey, ketika dimintai komentarnya tentang Daud Yordan, Sabtu (13/4) malam.
Yang ada kebanyakan sekarang adalah, petinju yang baru memiliki sedikit prestasi tapi sudah berlagak seperti juara dunia. "Bersikap seperti itu adalah hak masing-masing orang, tapi bagi seorang atlet tinju yang memiliki rasa persaudaraan sesama petinju, perasaan sombong bukanlah pilihan," jelasnya.
Menurutnya, sebagai seorang petinju, perasaan sombong hanya dimiliki ketika berada diatas ring untuk menjatuhkan mental lawan, tapi ketika kembali dalam masyarakat, sikap membumi dan ramah, adalah pilihan bijaksana.
"Dan sejauh ini, saya tak melihat Daud Yordan memiliki sifat sombong. Saya yakin karier Daud akan semakin bersinar, jika ia mampu mempertahankan pilihan sikapnya," ujarnya.
Menanggapi pertandingan tinju yang akan dilakoni petinju kebanggaan Kalbar, Daud Yordan vs Simpiwe Vetyeka, Walikota Pontianak, Sutarmidji optimis Daud dapat mengalahkan lawannya. Optimisme itu lahir lantaran Daud mempunyai kepercayaan diri. "Saya yakin Daud Yordan menang karena Daud orang yang punya kepercayaan diri tinggi," ujarnya kepada Tribun, Sabtu (13/4).
Menurutnya, sebelum menaiki ring, kepercayaan diri merupakan modal awal bagi petinju agar dapat tampil bagus. Ia menilai, Daud Yordan sudah memiliki modal tersebut. Ia berharap, Daud Yordan dapat meng-KO-kan lawannya sebelum ronde kelima. "Saya berharap, sebelum ronde kelima Daud Yordan dapat meng-KO-kan lawannya. Maka dia pasti disegani," ucapnya.
Ia pun menjanjikan, bila Daud dapat memenangkan pertandingan, ia akan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi cemerlang Daud. "Kalau dia menang, saya akan kasih hadiah," janjinya.