Sabtu, 25 April 2015

Sempat Menangis Belajar Bahasa Inggris

Minggu, 31 Maret 2013 11:36

Sempat Menangis Belajar Bahasa Inggris
TRIBUN PONTIANAK/LEO PRIMA
Eka Desy Adhya Pertiwi, Learning Centre Manager ELTI Gramedia Pontianak

Bahasa Inggris merupakan bahasa global dan alat komunikasi yang krusial. Dan suka atau tidak suka, saat ini bahasa Inggris sudah sangat menguasai seluruh aspek dalam hal komunikasi. Mereka yang ingin selangkah lebih maju dari orang pada umumnya, perlu, dan bahkan harus menguasai bahasa Inggris.

Eka Desy Adhya Pertiwi, Learning Centre Manager ELTI Gramedia Pontianak, menjelaskan meskipun bahasa Inggris di negara kita adalah bahasa kedua, akan tetapi kita tidak boleh menyepelekannya.

"Jika ingin maju dan lebih dari yang lain, maka kuasailah bahasa Inggris. Saya pribadi merasakan sendiri manfaatnya. Saya jauh lebih mudah mendapatkan pekerjaan di manapun. Yakni saya pernah bekerja selama 10 tahun sebagai dosen tetap di Universitas Teknologi Yogyakarta dan dosen tidak tetap di Universitas Atmajaya Yogyakarta. Sempat bekerja juga sebagai PR and accounting di Perusahaan Furukawa Sumitomo, dan asisten FO Manager di Hotel Kapuas Palace. Masih banyak lagi pengalaman kerja saya yang lainnya," ungkap Eka, kepada Tribun, saat ditemui di ruangannya beberapa hari yang lalu.

Pada dasarnya, bahasa Inggris menurutnya, memperkaya pengetahuan setiap orang. Karena literatur atau sumber yang ada kebanyakan berbahasa Inggris. Menurutnya, tak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Ia bercerita, sejak usianya 6 tahun, dirinya sudah memulai belajar bahasa Inggris. "Awalnya saya kesal dan menangis, enggak bisa-bisa menguasainya. Ketika itu, orangtua saya kursuskan di suatu lembaga. Bagi saya itu, adalah tantangan yang harus dihadapi. Sayapun tekun dan rajin belajar bahasa Inggris setiap harinya. Akhirnya, saya bisa melakukannya. Itu semua karena niat dan motivasi saya yang tinggi," ujar Eka, yang tengah sibuk menyelesaikan tesisnya untuk gelar S2-nya di Sanatadharma, Yogyakarta.

Setiap hari Eka selalu meluangkan waktunya untuk membaca dan memperdalam English-nya. Sehingga tak heran kini ia sangat cakap dan fasih berbahasa Inggris. "Saya merasakan perubahan yang terjadi pada diri saya. Komunikasi saya kepada orang lain boleh dikatakan semakin hari semakin lebih baik," tuturnya.

Untuk belajar bahasa Inggris, menurutnya banyak cara yang dapat ditempuh. Bisa belajar pada lembaga formal maupun informal. Bahkan di rumahpun bisa. Saat ini banyak lembaga informal yang menyediakan jasa kursus bahasa Inggris. "Tapi disayangkan kebanyakan lembaga yang ada masih bersifat sekedar mengajarkan materi. Sudah selesai, gitu aja," pungkasnya.

Halaman123
Penulis: Mirna
Editor: Arief
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas