Pilbup Sanggau

KPU Sanggau Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Kami tentu sangat berharap masyarakat nantinya pro aktif melapor jika namanya tidak masuk dalam DPS

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sanggau, Mugiono Pramono meminta masyarakat pro aktif melapor jika mengetahui tidak masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Pemutakhiran data untuk Pilbup Sanggau sendiri akan dilakukan pada 23 Mei hingga 21 Juli mendatang. 

"Kami tentu sangat berharap masyarakat nantinya pro aktif melapor jika namanya tidak masuk dalam DPS," pintanya saat menggelar Workshop Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pemilukada, Selasa (26/3/2013) di Hotel Narita Sanggau, Jl Ahmad Yani.

Hadir dalam acara sosialisasi itu perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kapuas, perwakilan media, lurah se-Kecamatan Kapuas dan Ketua Rukun Tetangga (RT) di Kecamatan Kapuas.

Mugiono, workshop kali ini memang lebih fokus membahas pemutahiran data pemilih. Karena, ia menilai, selama ini persoalan itu sering menjadi masalah terkait masih ada masyarakat yang belum terdata.

"Kita ingin meminimalisir persoalan tersebut. KPU, tentunya tidak bekerja sendiri. Untuk itu, kita sangat berharap partisipasi dari masyarakat untuk pro aktif melapor jika namanya belum masuk ke DPS," pintanya.

KPU dikatakannya tentu tidak bisa mengubah daftar pemilih jika hal itu sudah ditetapkan. Untuk itu, ia sangat berharap masyarakat juga bisa memahami aturan yang ada.

Pihaknya, berharap lurah maupun ketua RT bisa mensosialisasikan kepada warganya terkait persoalan ini. Ia berharap protes warga terkait adanya masyarakat yang belum masuk ke dalam daftar pemilih bisa diminimalisir.

Gunakan KTP

Anggota KPU Sanggau lainnya, Sekundus Ritih menjelaskan jika sudah DPS sudah diumumkan warga bisa melihat dirinya sudah masuk atau belum. Pengumuman itu bisa dilihat di kelurahan maupun desa masing-masing.

"Jika memang belum bisa langsung melapor ke RT, Kadus, atau ke PPS atau tingkat desa, sehingga nanti diurus," jelasnya.

Menurutnya, pemilih dapat menggunakan haknya jika sudah masuk ke dalam DP4, DPS, maupun daftar pemilih tambahan atau DPSHP. Namun, jikapun memang tidak ada, ia menjelaskan bisa menggunakan kartu tanda penduduk (KTP).

"Kalau memang tidak masuk bisa hanya menunjukan ktp, jadi masuk ke dalam daftar pemilih khusus, nanti dibikin kolektif lalu ditetapkan oleh KPU provinsi," jelasnya.

Meskipun demikian, ia sangat berharap warga bisa pro aktif memastikan dirinya sudah masuk ke dalam DPS maupun DPT. Dengan demikian, diungkapkannya, hal itu dapat membantu kesuksesan Pemilu.

"Kita tentu sangat berharap hal itu sehingga pada hari H nanti tidak ada lagi yang namanya tidak masuk dalam DPT," harapnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help