Pilbup Kayong Utara

Ratusan Mahasiswa Terancam Tak Ikut Nyoblos

Sebagian besar ada yang pulang, tetapi ada juga yang tidak bisa pulang karena kepentingan kampus, sehingga terpaksa golput

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kendala yang dihadapi mahasiswa-mahasiswi asal Kayong Utara dalam pemilukada 28 Maret mendatang di antaranya adalah banyak di antara mereka yang tidak bisa secara langsung menggunakan hal pilihnya dikarenakan aktivitas kuliah di Kota Pontianak.

Seperti yang diungkapkan oleh Robi Yulianto, pengurus asrama mahasiswa putra Kabupaten Kayong Utara ini mengungkapkan sebagian penghuni asrama sendiri terpaksa tidak bisa pulang karena urusan kampus.

"Sebagian besar ada yang pulang, tetapi ada juga yang tidak bisa pulang karena kepentingan kampus, sehingga terpaksa golput," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Senin (25/3/2013).

Dia mengatakan tidak seperti pada pemilu-pemilu sebelumnya seperti pemilihan gubernur beberapa waktu lalu yang disediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehingga mereka bisa berpartisipasi menyumbangkan suara dan hak pilih.

Sementara pada pemilukada Kayong Utara kali ini mereka hanya bisa menggunakan hak pilih di domisi asal. "Kalau yang gubernur ada, tapi sekarang tidak ada kabar juga," ungkap mahasiswa semester 6 Fakultas Pertanian Untan ini.

Meski tidak mengetahui secara pasti data base, namun ia memperkirakan mahasiswaasal Kayong Utara yang berada di Pontianak untuk menempuh pendidikan lebih dari 500 orang. "Di asrama putra saja kami ada sekitar 58 anggota," jelasnya.

Hal sebada juga diungkapkan oleh Ketua Asrama mahasiswa putri kabupaten Kayong Utara, Mariamah yang mengatakan diperkirakan tidak sampai dari 10 orang dari total 43 orang mahasiswa putri yang tinggal di asrama ini tidak bisa menggunakan hak pilihnya untuk Pilkada dikarenakan berbenturan dengan aktifitas perkuliahan yang tidak bisa ditinggalkan.

"Sebagian saja yang bisa pulang, selebihnya karena keperluan kuliah dan praktikum, kalau praktikum harus ditinggalkan kan susah juga. Tapi kalau disediakan TPS disini kita mau saja ikut memilih," ungkap mahasiswi semester 4 Prodi Biologi FMIPA Untan ini.

Namun dia juga mengapresiasi upaya dari pihak terkait yang menyediakan kemudahan bagi mahasiswa yang ingin pulang dan ikut menggunakan hak pilihnya di Kayong Utara.

"Katanya ada disediakan transportasi, bagi yang mau pulang dicarterkan kelotok atau dikasih uang sebesar Rp 300 ribu per orang kalau bawa motor atau Rp 200 ribu per orang kalau tidak membawa motor, tetapi katanya harus konfirmasi ulang sama teman-teman lain," imbuhnya.

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help