Hasimah Menangis Lihat Rumah Terbakar
Saya masih jualan tadi, tiba-tiba saja ada yang menelpon, anak saya ngasi tahu rumah terbakar,
Tayang:
Urai Ferdyan
Petugas dan warga saat memadamkan api yang meludeskan enam bekas asrama, Selasa (19/3/2013)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Hasimah (32) hanya terkulai lemah mendapati rumahnya hangus terbakar, dengan menyisakan beberapa puing tongkat penyangga. Tak ada harta benda yang dapat ia serta keluarga selamatkan. Sesekali isak tangis keluar dari mata ibu tiga anak ini.
"Barang-barang semua habis surat-surat baju sekolah, tak ada yang diselamatkan," ujar Hasimah sambil mengurai air mata kepada Tribunpontianak.co.id, Selasa (19/3/2013)
Ia mengatakan pada saat kebakaran terjadi, ia tengah berjualan di kantin Sekolah Immanuel.Ia sontak terkejut ketika diberi tahu rumahnya terbakar dan serta merta meninggalkan warungnya. namun malang, rumah yang ia tinggali selama 20 tahun hanya tinggal puing-puing.
"Saya masih jualan tadi, tiba-tiba saja ada yang menelpon, anak saya ngasi tahu rumah terbakar," ujarnya lirih
Ia hanya pasrah serta tidak menyangka musibah tersebut menimpa dirinya dan beberapa tetangganya, kerena sebelum meninggalkan rumah, ia tidak menghidupkan kompor, mapun barang elektronik lainya.
"Pagi tadi jam 06.00 WIB, saya turun, terakhir yang turun anak saya pergi sekolah, suami sudah berangkat kerja." tandasnya.
Berita selengkapnya baca di edisi cetak, Rabu (20/3/2013)