Selasa, 28 April 2015

Lestarikan Alat Musik Tradisional

Minggu, 17 Maret 2013 10:46

Mereka sering mengikuti berbagai kompetisi dalam maupun luar Kalbar. Dan berhasil meraih banyak penghargaan. Dari klub tersebut melahirkan banyak musisi hebat. Di. antaranya Budi. Boleh dibilang ia adalah musisi yang multitalenta.

Kini ia bersama teman-temannya yang lain membuka sebuah tempat kursus musik. Semua alat musik tradisional dan modern, mereka ajarkan di sana. Dua unsur tersebut mereka kolaborasi menjadi satu.

"Karena kecintaan yang besar akan alat tradisional kita miliki, makanya kami tidak hanya mengajarkan alat musik modern tapi juga tradisional. Supaya alat musik kita dapat dikenal oleh anak-anak muda zaman sekarang. Sehingga alat musik tersebutpun tidak hilang ditelan zaman," ungkap Budi kepada Tribun, Jumat (15/3/2013).

Budi Drum School yang diprakarsai oleh Budi, berusaha mendidik dan melahirkan musisi muda yang berbakat. Sebelumnya tempat kursus yang mereka dirikan itu bernama Cymbal Percussion. Seiring berjalannya waktu, mereka vakum dan tempat kursus yang mereka jalankan berhenti sejenak selama 3 tahun.

Setelah itu mereka bangkit kembali dan mengganti nama yang dulu dengan nama baru, yaitu Budi Drummer School. "Nama yang dulu kurang memotivasi. Sehingga nama baru ini menjadi penyemangat kita. Saya dibantu teman yang lain mengajarkan anak-anak muda yang memiliki hobi dalam bermusik, " tambahnya.

Kini sudah seratus lebih jumlah anak murid mereka. Semakin banyak murid yang dididik, maka semakin banyak pula anggota komunitas mereka. "Seminggu sekali kami latihan. Tidak perlu lama belajarnya," tuturnya.

Menurut mereka musik merupakan unsur pentiƱg dalam kehidupan. Tanpa musik hidup ini bagai sayur tanpa garam. Musik mampu memberikan warna kehidupan di dunia ini. Bayangkan saja jika hidup tanpa ada musik. Pastinya akan terasa sepi dan membosankan.

Halaman123
Penulis: Mirna
Editor: Arief
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas