• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Lestarikan Alat Musik Tradisional

Minggu, 17 Maret 2013 10:46 WIB
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Karena ketika itu belum ada wadah perkumpulan untuk para anak muda pemain drum, sedangkan jumlah mereka begitu banyak, akhirnya pada 1999 dibentuklah sebuah komunitas. Komunitas itu mereka diberi nama Pontianak Drummer Club.

Mereka sering mengikuti berbagai kompetisi dalam maupun luar Kalbar. Dan berhasil meraih banyak penghargaan. Dari klub tersebut melahirkan banyak musisi hebat. Di. antaranya Budi. Boleh dibilang ia adalah musisi yang multitalenta.

Kini ia bersama teman-temannya yang lain membuka sebuah tempat kursus musik. Semua alat musik tradisional dan modern, mereka ajarkan di sana. Dua unsur tersebut mereka kolaborasi menjadi satu.

"Karena kecintaan yang besar akan alat tradisional kita miliki, makanya kami tidak hanya mengajarkan alat musik modern tapi juga tradisional. Supaya alat musik kita dapat dikenal oleh anak-anak muda zaman sekarang. Sehingga alat musik tersebutpun tidak hilang ditelan zaman," ungkap Budi kepada Tribun, Jumat (15/3/2013).

Budi Drum School yang diprakarsai oleh Budi, berusaha mendidik dan melahirkan musisi muda yang berbakat. Sebelumnya tempat kursus yang mereka dirikan itu bernama Cymbal Percussion. Seiring berjalannya waktu, mereka vakum dan tempat kursus yang mereka jalankan berhenti sejenak selama 3 tahun.

Setelah itu mereka bangkit kembali dan mengganti nama yang dulu dengan nama baru, yaitu Budi Drummer School. "Nama yang dulu kurang memotivasi. Sehingga nama baru ini menjadi penyemangat kita. Saya dibantu teman yang lain mengajarkan anak-anak muda yang memiliki hobi dalam bermusik, " tambahnya.

Kini sudah seratus lebih jumlah anak murid mereka. Semakin banyak murid yang dididik, maka semakin banyak pula anggota komunitas mereka. "Seminggu sekali kami latihan. Tidak perlu lama belajarnya," tuturnya.

Menurut mereka musik merupakan unsur pentiƱg dalam kehidupan. Tanpa musik hidup ini bagai sayur tanpa garam. Musik mampu memberikan warna kehidupan di dunia ini. Bayangkan saja jika hidup tanpa ada musik. Pastinya akan terasa sepi dan membosankan.

Warna musik yang indah dihadirkan dari harmonisasi alat yang dimainkan. Setiap alat musik memiliki ke khasan tersendiri. Dengan satu alat musik bisa menyuguhkan berbagai hiburan dari genre yang berbeda.

Bentuk Karakter Tak Sombong
Mendirikan sebuah kursus musik, menurut mereka tidak hanya sekedar mengajarkan alat musik saja, tetapi sikap karakter mereka juga sangat penting diperhatikan. Mereka tidak ingin kelak melahirkan para musisi yang arogan atau sombong.

Oleh karena itu mereka selalu mengajarkan kepada teman-teman yang lain (murid mereka) untuk ber-attitude atau bersikap yang baik terhadap sesama musisi. Menurut mereka tidak ada yang perlu disombongkan. Setiap orang yang hebat pasti ada orang hebat lagi di atasnya.

"Kita selalu menekankan untuk tidak sombong dengan ilmu dimiliki. Malah orang yang sombong, tidak akan berkembang ilmunya," tutur Budi, yang telah menjuarai berbagai kompetisi di tingkat regional dan nasional itu.

Mereka mengibaratkan seperti padi yang merunduk. Semakin banyak ilmu dimiliki maka mereka selalu low profile. Kemanapun berada senantiasa menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak pelit membagikan ilmu kepada banyak orang.

Mereka mengatakan memang tidak mudah untuk menaklukkan satu alat musik. Butuh proses dan kesabaran dalam menjalankannya. Ada yang hanya butuh beberapa bulan saja, sudah mampu menguasai alat musik dimainkan. Bahkan ada yang lebih setahun baru bisa menguasainya. (mir)


Lahirkan Musisi Berbakat
Melahirkan banyak anak muda berbakat merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Ada kepuasan tersendiri yang dirasakan jika apa yang diinginkan tercapai dan tersalurkan.
Dengan banyaknya anak-anak didik mereka yang menang dalam berbagai kompetisi atau festival menjadikan tolak keberhasilan mereka mengajarkan anak-anak muda itu dalam musik.

"Pastinya sangat senang jika yang menang pementasan tidak jauh dari anak-anak didik kami. Hal itu merupakan tolak pencapaian keberhasilan yang telah kita lakukan," ujar Budi.

Pada dasarnya mereka selalu menanamkan sportivitas dalam berkompetisi. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Pengalaman yang didapat saat berkompetisi, itu jauh lebih penting. Semakin banyak mengikuti berbagai festival atau ajang musik maka akan membuat seseorang semakin matang dalam bermusik.

Untuk lebih memantapkan mereka bermusik, kerap mereka tak hanya mengikuti kompetisi di tingkat regional tapi juga nasional. Berkancah bersama musisi nasional terkadang menjadi tolak ukur permainan mereka.

"Tapi musisi kita tidak kalah hebat dengan musisi luar. Itu terbukti dari kita ada yang berhasil juara 1 pada Festival kompetisi drum se Indonesia. Di tingkat nasional, kita berhasil mengumpul dua penghargaan. Sedangkan di tingkat regional, sudah puluhan penghargaan kita sabet," terangnya. (mir/tribun pontianak cetak)
Penulis: Mirna
Editor: Arief
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
83394 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas