• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Terinspirasi Bank Indie

Selasa, 12 Maret 2013 14:43 WIB
Terinspirasi Bank Indie
Ilustrasi
MARAKNYA keberadaan band-band indie yang ada di Kota Pontianak membuka peluang bisnis dan menginspirasikan bagi Distro Numerique untuk menjadikannya bisnis. Pengelola Numerique Distro, Ade Konda, mengatakan alasan membuka distro karena ketertarikan dengan gaya berbusana para anak band indie.

"Kita lihat baju yang dipakai sama mereka bagus-bagus dan susah nyari di Pontianak. Selain itu memang juga untuk dipakai sendri. Jadi timbullah pemikiran , kenapa tidak kita menyediakan dan menjual di sini. Kemudian ada prospeknya, kenapa tidak diseriuskan dan dikembangkan," katanya. 

Menurutnya banyak suka dan suka sejak dirinya mulai berkecimpung di bisnis fashion ini sejak 2004 lalu. "Dukanya waktu awal-awal buka ya kita untungnya belum begitu besar karena bukan hanya kita, yang lainnya juga banyak saingan. Dan belum terlalu pandai untuk bersaing," tuturnya. 

Tapi sekarang ya Alhamdulillah. "Sudah bisa menghidupi kebutuhan kami dari keuntungan yang diraup. Serta juga bisa makin update model yang lagi trend. Sukanya juga ketika melayani konsumen dan mereka puas dengan barang kita," imbuhnya.

Diungkapkan, sebelum terjun ke sini, ia memilih aktif di event dan launching band atau sebagai Event Organizer. "Intinya berusaha ulet, yakin, usaha dan doa, jangan cepat lemah semangat. Yang namanya jual beli dan bisnis suatu saat ada jatuhnya. Dagang tetap ada untung dan rugi, jadi harus pndai menyiasati,"sarannya. 

Di Numerique Distro tersedia berbagai macam keperluan busana untuk cewek dan cowok. Seperti baju , celana, tas, aksesoris, jaket, topi dan CD Album band-band Indonesia. "Harganya berkisar mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 350 ribu," paparnya.

Dia membagi tips dan trik untuk tetap bertahan adalah harus keliatan tetap eksis, bergaung, berusaha dengan menyiadakan stok barang yang lagi trend. "Barang kita ada yang dari Yogya, Bandung, Jakarta, Bali, Solo dan Malang," tuturnya.

Dikatakannya, untuk omzet yang didapat tergantung musim. "Di sini barang kita barang konsinasi (titipan), jadi risiko untuk kerugian kecil dan barang bisa retur. Cuma waktu di awal yang agak susah dan tidak bisa menikmati untung. Sekitar setahun lebih baru kita bisa menikmati," jelasnya.

Dirinya berpesan jika ingin terjun ke bisnis ini setidaknya harus aktif di dunia maya. Selain itu, pihaknya juga ikut mensponsori acara Pensi sekolah atau band indie yang ada di pontianak. "Juga mengadakan acara sendiri di halaman toko. Jalin Komunikasi dengan suplier dan melihat selera konsumen. 

Progaram kita di akhir tahun dengan year end sale (yes). Bukan cuci gudang tetapi lebih kepada imbal balik kepada konsumen yang setia sepanjang tahun ke kita," pungkasnya. 
Penulis: rizky zulham
Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
80504 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas