A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Songket Sambas dan Corak Insang di Busana Etnik Muslim - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Pontianak

Songket Sambas dan Corak Insang di Busana Etnik Muslim

Minggu, 10 Maret 2013 16:13 WIB
Songket Sambas dan Corak Insang di Busana Etnik Muslim
ISTIMEWA
Corak insang pada busana etnik muslim
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puluhan Perancang dari berbagai daerah maupun luar Indonesia turut berpartisipasi pada pagelaran mode yang bertajuk "Stylopedia" dalam Indonesia Fashion Week 2013 di Plennary Hall, Jakarta Convention Center, pertengahan Februari lalu. 

Sekitar 32 desainer memamerkan hasil karya mereka. Masing-masing memiliki tema dan ke khasan tersendiri pada setiap rancangan yang mereka pamerkan. Untuk Kalimantan Barat sendiri diwakili oleh Savitri dan Uke Tugimin. Dua Perancang Kalbar yang terkenal akan kekhasan rancangan etniknya ini, membawakan sekitar 6 sampai 8 baju rancangan.

Savitri yang diberikan kesempatan turut serta dalam pagelaran itu mengatakan, fashion show kali ini merupakan pengalaman perdananya untuk menampilkan koleksi rancangan miliknya. "Sebelumnya saya hanya ikut berpartisipasi tapi tidak pada pagelaran shownya. Cuma nyiapkan baju untuk di stand," ungkapnya kepada Tribun, Kamis (7/3).

Dengan tema Lenggang Melayu, Savitri berhasil memukau para audience yang sedang menyaksikan fashion show ketika itu. Tema yang diangkatnya pada pagelaran ini lebih menceritakan tentang keseharian perempuan Melayu, yang walaupun sudah berkarier tinggi dan melanglang ke mana-mana, tapi tetap menjaga adab budaya sopan santun serta religi yang terjaga.

"Style saya tetap etnic moslem. Karena itu, ciri khas desain saya yang tak mungkin dihilangkan. Baju-baju itu dirancang semodern mungkin, dengan tidak mengurangi tatanan kesopanan busana seorang muslim," tambahnya.

Dengan potongan-potongan longgar dan bertumpuk. Serta dipadankan blazer-blazer pendek bergaris tegas, yang dikombinasi bawahan longgar. Ditambah topi-topi gaya sorban yang dilengkapi aksesori Melayu (lempengan emas kembang goyang dan bogem), mengentalkan unsur keetnikan rancangan terbarunya tersebut.

Lewat karyanya ini, ia ingin mengenalkan Kalbar pada banyak orang. Oleh sebab itu ia pun memanfaatkan kain songket Sambas dan corak insang pada bahan busana rancangannya.

"Tingkat kesulitan yang saya hadapi saat memanfaatkan kain ini yaitu ketika akan mengguntingnya.. Itukan bahan tenun yang harus saya gunting mengikuti pola. Jadi motifnya harus benar-benar pas. Dan selama ini songket hanya dijadikan kain. Karena harganya yang mahal, kadang banyak orang lebih memilih menggunakannya dalam bentuk kain. Saya ingin tampilkan beda. Jadi saya buat atasan-atasan dari bahan songket," terangnya.

Dari pilihan warna, Savitri agak berbeda dari rancangan sebelumnya. Ia yang biasa suka
memilih warna-warna lembut dan natural, kali ini beralih ke warna agak terang. "Dengan perpaduan dari warna-warna terang tersebut. Serta menggunakan kain-kain koleksi saya sendiri dan dekranasda kota Pontianak yaitu corak insang dan songket sambas mengentalkan konsep style etnic moslem yang dipilih," tuturnya.

Ia berharap dunia mode Indonesia tak pernah henti selalu melahirkan karya-karya yang luar biasa dan menjadi kiblat mode khususnya busana muslim dunia. "Sebagai desainer APPMI Kalbar, saya ingin menawarkan trend tersebut yang tentu memakai tekstile dari Kalbar," inginnya. (mir/tribun pontianak cetak)
Penulis: Mirna
Editor: Arief
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas