Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Pontianak

Warga Segel Gardu PTPN XIII Ngabang

Selasa, 26 Februari 2013 22:10 WIB

Warga Segel Gardu PTPN XIII Ngabang
TRIBUN PONTIANAK/HADI SUDIRMANSYAH
Masyarakat dusun Kari Semosok melakukan pertemuan dengan PTPN XIII Ngabang di Gedung Wisma PTPN XIII Ngabang, Selasa (26/2). Sebelumnya warga sempat melakukan penyegelan mesin air dan gardu yang ada di PTPN XIII Ngabang terkait pemutusan listrik yang di lakukan PTPN ke 45 rumah warga.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Puluhan masyarakat dari Dusun Kari Semosok Desa Amboyo Selatan menyegel mesin pompa air dan gardu listrik yang ada di wilayah PTPN XIII Ngabang, Landak, Kalbar, Selasa (26/2/2013) siang.

Aksi ini sebagai dampak pemutusan aliran listrik ke puluhan rumah warga oleh PTPN XIII Ngabang. Menurut Ambai, Kepala Dusun Kari Semosok, pemadaman sepihak ini di lakukan pada Senin sore, dampaknya terpaksa puluhan warganya di malam harinya hanya menggunakan penerangan dari pelita dan lilin.

"Malamnya pakai pelita lah, mana kita tahun kalau mau ada pemutusan, emang tidak ada pemberitahuan," ujarnya pada Tribunpontianak.co.id.

Kemudian ia pun menerangkan akibat pemutusan aliran listrik, ada dua RT yang merasakan dampaknya, dari dua RT tersebut terdapat sekitar 45 rumah. " Di RT 01 ada 25 rumah dan RT 3 ada sekitar 20 rumah yang terputus aliran listriknya," ujar Ambai.

Ambai juga menunjukan kalau sebelumnya sudah pernah mengajukan permohonan pemasangan listrik ke pemerintah, namun tak pernah terealisasi. " Di dusun itu terdapat 59 KK, maka kita ngajukan permohonan listrik udah empat kali, sejak tahun 2009, 2010, 2011 dan 2013 ini," katanya.

Manager PMS PTPN XIII Ngabang, Ramli Rama menjelaskan bahwa aliran listrik ke Dusun Temosok diputuskan karena kebutuhan arus untuk mengoperasikan pabrik kelapa sawit (PKS) berkurang.

Maka untuk memenuhi kebutuhan operasional PKS maka listrik yng dialirkan dusun Temosok terpaksa kami putuskan.

"PKS berfungsi mengolah Tandan Buah Segar (TBS) milik petani, apabila satu jam saja PKS tidak beroprasi maka petani marah. Pasalnya antre truk untuk menjual TBS akan semakin panjang. Jika sudah begitu petani tetap akan menyalahi kami, karena TBS tidak bisa diolah," katanya.
Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Arief

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas