Imlek 2564

Lepas Burung Pipit Setelah Berdoa

Bagi warga Tionghoa, burung pipit adalah satu di antara kelengkapan ibadah seusai berdoa kepada para dewa dan leluhur.

Tayang:
Editor: Arief
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Perayaan tahun baru Imlek 2564 ternyata mendatangkan keuntungan bagi pedagang burung pipit di Bandar Lampung, Lampung. Mereka membuka lapak di beberapa wihara kota itu, dagangannya laris-manis. 

Pundi, satu di antara penjual burung pipit di Wihara Thai Hin Bo, Bandar Lampung, Minggu (10/2/2013). "Murah saja, harga satu burung pipit cuma Rp2.000. Hari ini saya membawa 100 burung pipit." katanya.

Tidak dia jelaskan asal-usul dagangannya, yang secara alami ada di dekat persawahan.

Bagi warga Tionghoa, burung pipit adalah satu di antara kelengkapan ibadah seusai berdoa kepada para dewa dan leluhur.

Setelah burung-burung itu dibeli, mereka dilepaskan begitu saja dari sangkar-sangkarnya. Pada jaman dulu, mereka harus mencari sendiri burung-burung pipit itu di alam.

"Sangat terbantu pedagang burung pipit, yang sedianya dapat digunakan untuk menghapus dosa," kata Lia (24), salah satu pengunjung wihara.

Dia mengatakan, burung pipit digunakan untuk berdoa menghapus dosa. "Dengan melepaskan burung pipit maka akan dihapus setiap kesalahan kita selama ini," katanya.

"Dengan adanya penjual burung pipit itu mempermudah ibadah, karena hal tersebut bagian dari memanjatkan doa," kata Riki (32), salah satu pengunjung wihara.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved