Pascal Pontianak Perkenalkan Robot Canggih

Hexacopter Piawai Jepret dari Udara

Robot-robot canggih itu, adalah buah kreativitas tangan-tangan terampil anak-anak muda Pontianak

Hexacopter Piawai Jepret dari Udara
TRIBUNPONTIANAK/URAY FERDIAN
Anggota Pascal duduk dengan latarbelakang foto Stadion Sultan Syarif Abdurahman hasil jepretan hexacopter.

Tak jauh dari hexacopter mengudara, sekumpulan anak-anak muda, berpakaian serba hitam, memandu pertunjukkan. Tak hanya hexacopter, robot lainnya juga ikut dipertontonkan. Sebut saja, quadcopter, robot penjinak bom, robot pemadam api, robot line follower, dan pesawat gabus.

Robot-robot canggih itu, adalah buah kreativitas tangan-tangan terampil anak-anak muda Pontianak yang menamakan diri Pontianak Applied Sains and Technology (Pascal). Inilah aksi perdana, sejak komunitas ini terbentuk, 26 Januari 2013 lalu.

"Kita ingin memperlihatkannya kepada masyarakat, mahasiswa punya karya, inovasi, dan produksi teknologi dan sains. Meski yang baru kita tampilkan hari ini, masih produk teknologinya. Ke depan, kita sudah memiliki konsep untuk produk sains. Misalnya pembangkit listrik tenaga sampah, mungkin master plan-nya pertengahan tahun ini dibuat," kata Ketua Pascal, Hajon Mahdy Mahmudin, kepada Tribun.

Ia menjelaskan, Pascal tempat berhimpunnya talenta-talenta berbakat dari Untan, STMIK, Poltekes, dan Polnep. Tak hanya dari bidang ekstakta, tetapi juga merangkul mereka yang non-eksakta.

Bahkan, terbuka untuk masyarakat umum, siswa SMA/SMK, SMP, dan Sekolah Dasar. Sebab pecinta sains dan teknologi tidak dapat dibatasi umur. "Jika ia mencintai sains dan teknologi, maka silakan bergabung dan berbagi di Pascal Community. Kita sangat terbuka untuk umum," kata mahasiswa Semester 5 Teknik Informatika STMIK ini.

Melalui komunitas ini, mahasiswa dan pelajar, bisa berkreasi meski dengan biaya dan peralatan yang sederhana. Tentu untuk memberikan manfaat besar. "Misalnya robot terbang dapat diaplikasikan untuk memantau Traffic Management Center (TMC), melalui foto udara dapat menghemat dan efisien," ujarnya.

Ia juga menepis anggapan, membuat robot mahal. "Untuk pembuatan robot murah sekali. Dengan Rp 500 ribu sudah bisa. Yang mahal hanya remot (TX/RX) yang bisa Rp 900 ribu. Itu pun bisa meng-handle banyak pesawat," katanya.

Anggota Pascal, Silvie Kurniasari, tertarik bergabung setelah mendapat informasi dari jejaring sosial, Facebook. Ia berharap bisa mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah untuk masyarakat.

"Kalau di sains ada bidang kesehatan, dan bidang lingkungan, jadi kita berencana membuat teknik pengolahan limbah sederhana yang bisa diaplikasikan ke masyrakat sehingga bisa mudah diiikuti dan diterapkan," kata mahasiswi semester III FMIPA Untan ini.

Pemarkarsa Pascal, sekaligus Pudek III Teknik Untan, DR Eng Ferry Hadary, mengatakan Pascal lahir karena ia yakin, anak-anak muda Kalbar, khususnya Pontianak, memiliki talenta-talenta luar biasa.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Arief
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help