• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Wow! Penjaga Warnet Bobol Situs Presiden SBY

Rabu, 30 Januari 2013 09:56 WIB
Wow! Penjaga Warnet Bobol Situs Presiden SBY
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono,
SITUS presidensby.info, merupakan  satu di antara penyampai informasi dan berita tentang kegiatan Presiden SBY kepada masyarakat luas. Situs ini diretas oleh kelompok yang menamakan dirinya Jemberhacker Team, 9 Januari 2013.

Saat diretas, laman situs tersebut menampilkan latar belakang hitam dengan tulisan warna hijau di bagian atas Hacked by MJL007. Sementara di bawahnya tertera sebuah logo pocong dan tulisan Jemberhacker Team berwarna putih.

Saat itu, kepada merdeka.com Jember Hacker Terorist (JHT), peretas situs resmi Presiden SBY, mengaku aksinya meretas situs karena Presiden SBY dinilai gagal memimpin Indonesia. Sudah dua periode memimpin, SBY dianggap tidak mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. 

"Ketidakberhasilan SBY dalam memimpin negeri tercinta ini, membuat kita (JHT) melakukan pembalasan terhadap SBY," kata perwakilan JHT.

Tidak hanya itu, peretas juga menilai kepemimpinan SBY merupakan masa subur pertumbuhan koruptor di Tanah Air. Bisa dipastikan, dari tingkat pusat sampai daerah, korupsi menjadi budaya yang cepat berkembang, ibarat jamur tumbuh di musim hujan. "Korupsi semakin merajalela. Rakyat miskin di mana-mana! Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin," kata perwakilan JHT itu.

Tim Cyber Crime Mabes Polri pun bergerak. Satu orang hacker ditangkap. "Sudah diamankan Bareskrim Mabes Polri beberapa hari lalu," kata Kapolres Jember, AKBP Jayadi, Selasa (29/1/2013).

Jayadi mengatakan hacker tersebut bernama Wildan. Ia diamankan polisi di sebuah warnet di Jember. "Dia merupakan pengelola warnet tersebut," ujarnya.

Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Arief Sulistyo, membenarkan pihaknya meringkus 
Wildan Yani S Hari, karyawan CV Suryatama, Jember. "Motif iseng saja. Hanya mengganti tampilan, tidak ada kepentingan politik. Dari situs Jatireja kita sudah dapat bukti semua. Lima orang saksi dari pengelola situs juga sudah diperiksa. Dengan barang bukti dari Jember 2 CPU dilakukan penyitaan, saat ini tersangka di Bareskrim," papar Arief.

Akibat perbuatannya Wildan dikenai pasal 22 huruf B UU 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi dan pasal 30 ayat 1, ayat 2 dan atau ayat 3, jo pasal 32 ayat 1 UU no 11/2008 tentang ITE. Dari penelurusan mabes Polri, Wildan juga meretas sekitar 5.000 situs lainnya.

Hal ini diketahui Mabes Polri dengan menyelusuri log file history salah satunya situs service provider www.jatireja.network yang memuat situs SBY. "Dari hasil online investigation kita bisa mengetahui log file history-nya. Ada 5.320 log ini yang dilakukan tersangka. Tapi yang sudah kita peroleh datanya, Jatireja, polresgunungkidul, dan ada juga situs www.presidensby.info yang kebetulan menggunakan ISP dari Jatireja ini," kata Jayadi.
Siapa sebenarnya Wildan?

Wildan berasal dari Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung, Jember. Sosoknya agak jauh dari dunia teknologi, karena ia hanya lulusan SMK Teknologi Pembangunan. Pihak sekolah menduga kemampuan diperoleh Wildan secara otodidak.

"Ya mungkin diperoleh dari teman temannya yang mengerti tentang komputer. Sebab di sekolah, prestasi komputernya biasa biasa saja. Apalagi dia kan bukan jurusan komputer, tetapi teknik bangunan," kata Kabag Kesiswaan SMK Teknologi Balung, Sunarso.

Ia menambahkan, selama mengenyam pendidikan di SMK Teknologi Balung, Wildan dikenal sebagai siswa yang pendiam dan lugu. Dalam keseharian, Wildan justru terlihat aktif di bidang olahraga. "Kemampuan akademik di bidang komputer, ya biasa saja seperti layaknya siswa yang lain," ujar Sunarso.

Bahkan dalam nilai sekolah, Wildan tak pernah mendapat ranking dan belum pernah masuk sepuluh besar. Karena itu, Sunarso menduga, kemampuan Wildan dalam komputer diperoleh dengan otodidak.
Orangtua Wildan, Ali Zakfar, mengaku selama ini tidak mengetahui aktivitas anaknya itu di luar rumah. Ia hanya tahu Wildan bekerja menjaga warnet di kawasan Jember Kota. "Dia bekerja di warnet di Jl Letjend Suprapto, Jember. Jadi waktunya memang lebih banyak untuk pekerjaannya itu," tambah Ali.

Ia menuturkan keluarga baru tahu Wildan ditangkap polisi setelah menerima surat perintah 
penangkapan dari Mabes Polri yang diserahkan perangkat Desa Balung Kulon, Kecamatan Balung. 

"Surat jika anak saya ditangkap baru diketahui sehari setelah Wildan ditangkap. Penangkapan itu jam 22.00," kata Ali.

Ia berharap polisi segera memberikan kabar mengenai kondisi anaknya. "Kami berharap Wildan baik- baik saja. Maka dari itu, kita butuh kabar dari Mabes Polri," pungkas Ali.

Tak hanya keluarga, penangkapan Wildan juga tak diketahui pemilik warnet, Adi Kurniawan. Adi hanya tahu, karyawannya itu masuk kerja, Jumat (25/1). "Saya baru dikabari karyawan lain. Handphone WYA juga tidak aktif. Polisi kemungkinan juga membawa komputer server di warnet karena tidak ada di tempat," tutur Adi.

Menurut Adi, pintu warnet sempat terkunci, Sabtu (26/1). Kondisi ruangan warnet berantakan. Motor Wildan ada di dalam. "Kami membuka paksa pintu warnet dan baru yakin kalau WYA ditangkap tim Mabes Polri, setelah melihat ruangan warnet berantakan dan server komputer warnet juga tidak ada," paparnya. (tribun cetak)

Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
61013 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas