Jumat, 29 Mei 2015

Minta Kejati Tak Tebang Pilih Usut Korupsi Obat Cacing

Kamis, 17 Januari 2013 10:11

Minta Kejati Tak Tebang Pilih Usut Korupsi Obat Cacing
NET

Mereka mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalbar, tidak tebang pilih dalam mengusut tuntas kasus yang merugikan keuangan daerah Rp 7 miliar tersebut. "Kalau tersangkanya empat, kemudian ditahan tiga, harus adil, semua ditahan," pinta Raja Sanggau, H Gusti Arman, kepada Tribun, Rabu (16/1/2013).

Seperti diberitakan, Kejati Kalbar sudah menahan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupi APBD Sanggau 2006 dan 2007 ini. Mereka adalah dr RJB, PAT, dan dr FP yang kini menjabat Direktur RSUD Sanggau.

Ketiganya ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka oleh Kejati Kalbar, Senin (14/1). Sementara satu tersangka lagi, MR yang diduga sebagai pimpinan PT Rajawali Nusindo, sebagai distributor obat cacing, mangkir.

Menurut Kejaksaan, yang bersangkutan sudah dua kali dipanggil, namun mangkir. "Kita juga minta, dalam penanganan kasus ini, jangan tebang pilih. Kejati Kalbar kita minta serius dalam menangani kasus ini," tegas Gusti Arman.

Termasuk menurutnya, mengusut aktor utama dalam kasus ini. Penahanan ketiga tersangka menurutnya jadi momentum untuk mengusut tuntas kasus korupsi yang sudah berlangsung sejak 2008 ini.
Menanggapi hal ini, Aspidsus Kejati Kalbar, Didik Istiyanto, menjelaskan pihaknya terus melakukan pengembangan dugaan korupsi obat cacing di Dinas Kesehatan Sanggau. Namun pihaknya belum bisa mengatakan atau mengekspos kepada media.

Hal tersebut dimaksud agar pekerjaan Kejaksaan tidak menjadi sulit. "Untuk tersangka lain jika pun ada belum saatnya kita beri tahu. Kalau kita beri tahu, hanya bisa mempersulit kerja kita. Jika kita mau tangkap lagi tersangka lain, tapi sudah kita ekspos bisa jadi mereka kabur duluan," tegas Didik.
Ia juga belum mau memberitahu sejauh mana perkembangan kasus korupsi tersbut. Bahkan ia belum bisa mengatakan siapa dan bagaimana proses terhadap satu tersangka yang belum ditangkap.

Termasuk apakah ada penambahan tersangka atau tidak. Ia berharap semua pihak agar tidak resah terhadap kasus korupsi tersebut. Sebab Kejati Kalbar akan menanganinya semaksimal mungkin dan sesuai aturan atau hukum yang berlaku. "Semua kita lakukan sesuai prosedur, tidak ada yang kita tutup-tutupi," tegasnya.

Halaman1234
Editor: Jamadin
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas