Kapal Selam AS Tabrakan Dengan Kapal Nelayan

Insiden itu merusak periskop kapal selam itu tapi tidak ada korban cedera, kata seorang pejabat Angkatan Laut (AL) AS

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, WASHINGTON - Sebuah kapal selam bertenaga nuklir AS menghantam sebuah kapal yang diduga kapal nelayan tak lama setelah melintas di Selat Hormuz, kawasan Teluk, Kamis (10/1/2013).

Insiden itu merusak periskop kapal selam itu tapi tidak ada korban cedera, kata seorang pejabat Angkatan Laut (AL) AS yang tidak disebut jatidirinya.

Armada Kelima AL AS mengatakan dalam sebuah pernyataan, kapal nelayan itu tampaknya tidak menyadari insiden tersebut. Kapal tersebut terus "melanjutkan perlayaran dan kecepatan secara konsisten, tak ada indikasi (kapal jadi) bermasalah atau pengakuan akan tabrakan."

Sebuah pesawat P-3 milik AL AS kemudian memeriksa daerah itu. Namun pesawat itu tidak melihat adanya puing-puing atau kapal yang mengalami masalah di perairan itu, kata sejumlah pejabat.

Kapal selam yang terlibat tabrakan itu adalah USS Jacksonville. Pernyataan Armada Kelima AS yang berbasis di Bahrain menyebutkan, USS Jacksonville, "menghantam kapal saat beroperasi di Teluk Persia" pada sekitar 05.00 pagi waktu setempat (atau pukul 09.00 WIB).

"Jacksonville kemudian muncul dari kedalaman untuk memastikan apakah ada kerusakan pada kapal tak dikenal itu," kata pernyataa itu.

Pihak AS memastikan insiden itu tidak menimbulkan kerusakan berarti. "Reaktor nuklir kapal berada dalam keadaan aman.

Tidak ada kerusakan pada sistem pembangkit propulsi dan tidak ada kekhawatiran soal integritas kedap air," kata pernyataan itu. "Seluruh sistem bisa bekerja sebagaimana mestinya."

Insiden itu menyusul kejadian serupa yang terjadi Agustus lalu. Saat itu, terjadi tabrakan antara kapal perusak AS dengan kapal tanker minyak.

Setiap insiden maritim yang melibatkan kapal-kapal AL AS di Teluk bakal meningkatkan kemungkinan krisis, memicu ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat terkait program nuklir Teheran.

Teheran pernah mengancam untuk memblokir lalu lintas tanker minyak melalui Selat Hormuz yang strategis sebagai pembalasan atas sanksi internasional, yang diberlakukan untuk mendorong Iran menghentikan pengayaan uraniumnya yang sensitif.

Di sisi lain, Washington mengatakan akan tetap menempatkan angkatan lautnya di area Teluk guna memastikan keamanan wilayah itu. (AFP/RTR)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved