Jumat, 21 November 2014
Tribun Pontianak

Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Samarinda Panik

Kamis, 27 Desember 2012 20:13 WIB

Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Samarinda Panik
TRIBUN PONTIANAK/SUSILAWATI
BELUM PADAM - Petugas dari Dinas Kebakaran terus berusaha memadamkan api di bekas ruko Pasar Inpres Sintang, Jumat (7/9/2012)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMARINDA - Hanya berselang sehari dari peristiwa kebakaran di Sempaja, si jago merah kembali mengamuk di wilayah Samarinda lainnya.

Kamis (27/12/2012), sembilan bangunan di Jl Kedondong Gg 1, RT 5, Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang rata dengan tanah.

Ratusan warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran yang persis bersebelahan dengan Pasa Kedondong dibuat panik. Amukan api yang cepat membesar membuat warga pontang-panting menyelamatkan harta bendanya.

Bahkan salah seorang warga tampak terjatuh ke dalam drainase lantaran begitu bersemangat mengungsikan perabot rumah tangganya.

Api mulai terlihat dari rumah dua lantai milik H Latif. Api cepat membesar dan menghanguskan beberapa rumah di sekitarnya yang terbuat dari kayu.

"Api mulai terlihat membesar sekitar pukul 08.45 Wita dari rumah berlantai dua," ujar Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Arief Prapto Santoso, melalui Kapolsek Sungai Kunjang, AKP M Hatta.

Meski demikian, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran. Diduga, api dipicu hubungan arus pendek listrik atau konsleting. "Kita masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran ini," kata Hatta.

Dalam peristiwa tersebut, delapan rumah tinggal, serta satu bangsal empat pintu luluh lantak. Sekitar 49 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat amukan api.

"Berdasarkan laporan Ketua RT 5, Pak Ismail, ada delapan rumah dan satu bangsal empat pintu yang terbakar," beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Dadang Airlangga.

Kondisi jalan di samping Pasar Kedondong yang sempit sempat menyulitkan proses pemadaman. Beruntung, kobaran api tidak meluas ke pemukiman padat penduduk tersebut. Api akhirnya bisa dikuasai sekitar pukul 10.00.

Dalam prosesn menjinakkan api, BPBD sendiri menurunkan tujuh armada pemadaman dari Posko 4, 5, 3, 2.

"Kita juga dibantu PMK Rajawali, Pelabuhan, Mitra Senyiur, Korem, Satpol PP Prov Kaltim, serta Balakrcana," tandas Dadang. (*)
Sumber: Tribun Kaltim

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas