• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Pontianak

13 Kecamatan Sanggau Rawan Banjir

Kamis, 27 Desember 2012 21:45 WIB
13 Kecamatan Sanggau Rawan Banjir
TRIBUN PONTIANAK/HADI SUDIRMANSYAH
BANJIR LANDAK - Kondisi banjir yang merendam wilayah di Kabupaten Landak, Rabu (26/12/2012)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sanggau, Vicky L Eka Putra mengharapkan warga waspada dengan perubahan cuaca yang kini diramalkan Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG).

Karena, pada Desember-Januari, diprakirakan akan turun hujan dengan intensitas tinggi sehingga berpotensi untuk banjir.

Pihaknya, saat ini sudah mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan bencana termasuk banjir yang melanda. Menurutnya, hampir seluruh kecamatan di Sanggau ini berpotensi untuk terjadinya banjir.

"Ia, biasanya memang hampir seluruh kecamatan di Sanggau ini rawan banjir, kecuali Parindu dan Entikong. Tapi, memang biasanya tidak semua desa, ada desa-desa tertentu terutama yang dekat dengan aliran sungai," ungkapnya, Kamis (27/12/2012).

Dikatakannya, beberapa kecamatan yang rawan banjir seperti Kapuas, Tayan Hulu, Noyan, Meliau, Jangkang, dan beberapa kecamatan lainnya.

Namun, dikatakannya, selain intensitas hujan di Sanggau, air kiriman dari daerah hulu seperti Kapuas Hulu, Sintang biasanya juga menyebabkan banjir di Sanggau.

"Biasanya kalau daerah hulu banjir, kita juga kena karena air kiriman itu merambat ke Sanggau baik melalui Sungai Kapuas, Sungai Sekayam dan beberapa sungai lainnya," jelasnya.

Untuk itulah, pihaknya sudah memerintahkan jajarannya untuk terus memantau perkembangan di beberapa wilayah terkait persoalan itu. Sehingga, pihaknya bisa siaga jika terjadi musibah banjir di Sanggau.

Untuk tanggap darurat, pihaknya juga sudah siap mengevakuasi pengungsi karena banjir. Hingga kini, beberapa peralatan evakuasi seperti speedboat, perahu karet, tenda darurat, sudah disiapsiagakan.

"Untuk makanan kita juga sudah ada stok sebanyak 200 kardus mie instan dan minyak goring yang sewaktu-waktu bisa digunakan. Untuk beras, itu di dinas sosial melalui Bulog," ungkapnya.

Dari berbagai persiapan itu diharapkannya kejadian luar biasa seperti banjir tidak terjadi. Namun, dikatakannya berdasarkan tahun-tahun sebelumnya memang banjir yang terjadi tidak begitu lama.

"Biasanya cuma satu atau dua hari, kemudian surut, tapi kita harapkan tahun ini sesuai prediksi banjir tidak melanda Sanggau," harapnya.
Penulis: Haryanto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas