Tragedi Natal di Ketapang
Tujuh Jemaat Simpang Dua Cidera
Pasalnya saat ibadah hendak dimulai tangga utama gereja tersebut roboh dan menimpa sejumlah jemaat.
Penulis: Ali Anshori |
Pasalnya saat ibadah hendak dimulai tangga utama gereja tersebut roboh dan menimpa sejumlah jemaat.
Akibat peristiwa tersebut sebanyak tujuh anak dan sejumlah ibu-ibu mengalami cidera serius, hingga harus dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.
Tini, Anggota DPRD Ketapang yang ikut dalam pelaksanaan ibadat tersebut, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat jemaat baru berdatangan untuk mengikuti misa. Namun tak disangka-sangka tangga yang mereka lewati untuk masuk gereja roboh.
"Anak-anak dan ibu-ibu yang lewat tangga tersebut ada yang tertimpa tangga, sehingga mereka mengalami cidera. Karena tangga tersebut merupakan kayu belian," kata Tini melalui sambungan telephon.
Gereja yang dibangun sekitar tahun 1994 tersebut memang berbentuk panggung dengan ketinggian mencapai 2 meter, untuk sampai ke dalam gereja maka jemaat harus melalui tangga.
Tini mengatakan, karena kondisinya sudah tua, maka sebagian konstruksi bangunannya banyak yang rapuh, umat di daerah itupun berencana melakukan pembangunan gereja baru. Sayangnya dana yang mereka kumpulkan belum mencukupi, sehingga pembangunan gereja belum bisa direalisasikan.
"Maka dari itu kami berharap kepada pemerintah bisa memberikan bantuan untuk mendukung pembangunan gereja di sini." Katanya.