A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Perkawinan Wanita ini Penuh Kekerasan - Tribun Pontianak
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 15 September 2014
Tribun Pontianak

Perkawinan Wanita ini Penuh Kekerasan

Kamis, 20 Desember 2012 10:38 WIB
Perkawinan Wanita ini Penuh Kekerasan
Kompas
Aesha Mohammadzai berfoto bersama ibu angkatnya Jamila Rasouli-Arsala
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,  BETHESDA - Perkawinan paksa dan penuh kekerasan dalam rumah tangga oleh suamia membuat perempuan muda yang di Afganistan melarikan diri. Akibat kerasan yang dialaminya, perempauan bernama Aesha Mohammadzai (22) itu nyaris kehilangan muka dan hidungnya oleh sebuah parang yang dilakukan suaminya.

Kini ia  berada dalam proses pemulihan. Para dokter yang merawatnya terus membentuk kembali wajahnya.

Ia pindah ke AS dua tahun lalu setelah meninggalkan Afganistan yang terkoyak perang dan sekarang sudah enam bulan menjalani operasi di sebuah rumah sakit di Bethesda, Maryland.

Sebagai bagian dari perawatan yang mengubah hidupnya itu, dahi Aesha kini menggelembung dan gelap, segumpal daging yang menjuntai kini menutupi tempat hidungnya dulu berada, sebelum dipotong suaminya.

Sekian lama menjalani perawatan, kini Aesha, dia tidak lagi takut melihat dirinya di cermin, walau perawatan wajahnya baru setengah jalan. 

"Saya tidak peduli," katanya kepada CNN, Selasa (18/12/2012). "Semua orang punya masalah. Pada awalnya, saya sangat takut. Saya takut melihat wajahku di cermin. Saya takut memikirkan apa yang akan terjadi padaku di masa masa depan. Tapi sekarang saya tidak takut lagi. Sekarang saya tahu arti kehidupan, bagaimana menjalani hidup. Di sana, saya tidak tahu bagaimana harus hidup."

Para dokter menempatkan sebuah cangkang silikon karet di bawah kulit dahinya dan secara bertahap mengisinya dengan cairan guna mengembangkan kulitnya dan memberi itu jaringan ekstra buat hidung barunya.

Mereka juga telah mengambil jaringan dari lengannya dan mentransplantasikan jaringan itu ke wajahnya guna membentuk lapisan bagian dalam dan bawah hidung, kata para dokter itu kepada CNN.

Langkah mereka berikutnya adalah mengambil tulang rawan dari tulang rusuk Aesha yang berada bawah payudaranya, yang akan digunakan untuk membentuk hidungnya. Kulit dahinya kemudian akan diambil untuk menutupi struktur tersebut.

Kisah Aesha pertama kali diungkap oleh majalah Time pada Agustus 2010. Majalan itu menerbitkan foto sampul mengerikan tentang dirinya. Foto tersebut membuat ngeri orang di seluruh dunia dan menjadi simbol penindasan terhadap perempuan Afganistan.

Ketika Aesha berusia 12 tahun, ayahnya mengikat perjanjian pernikahan untuknya dengan serorang militan Taliban guna membayar utang. Gadis itu kemudian diserahkan kepada keluarga pria Taliban tersebut yang kemudian menyiksanya dan memaksa dia tidur di kandang dengan hewan.

Namun ketika Aesha berusaha melarikan diri, ia tertangkap. Hidung dan telinganya lalu dipotong suaminya sebagai hukuman atas upaya pelariannya. Dia dibiarkan mati di pegunungan, tetapi dia mampu merangkak ke rumah kakeknya.

Dia berhasil mencapai fasilitas medis AS di Afganistan. Di fasilitas itu para petugas medis merawatnya selama 10 minggu, dan kemudian dibawa ke tempat penampungan rahasia di Kabul sebelum diterbangkan ke AS oleh sebuah badan amal untuk tinggal bersama sebuah keluarga angkat.

Saat ini Aesha masih lebih suka nonton film Bollywood dari India ketimbang acara TV Amerika. Dia tiba di Maryland 16 bulan setelah dia datang ke AS dan telah menghabiskan waktu di California dan New York.

Aesha tengah dirawat di Walter Reed National Military Medical Centre di Bethesda, yang diatur untuknya oleh kantor Perwakilan Roscoe Bartlett AS.

Pasangan Mati dan Jamila Arsala telah merawat Aesha di Maryland. Mereka punya seorang putri berusia 15 tahun di Miena Ahmadzai, yang telah menjadi teman baik dengan kakak adopsinya itu.

Namun rupa Aesha akan terlihat jauh lebih buruk sebelum kemudian akan terlihat lebih baik. Dahinya punya benjolan besar, sementara daging hitam serta terkulai berada di tempat di mana hidungnya seharusnya berada, lapor CNN.

Semula dia diberi hidung prostetik. Operasi plastik secara menyeluruh harus tertunda karena dia masih belum stabil secara emosional untuk menghadapi tindakan operasi yang menyakitkan dan panjang. Aesha dikatakan memperlihatkan suasana hati bergejolak di masa lalu, berosilasi antara amukan kekerasan dan kasih sayang yang mendalam terhadap orang-orang di sekitarnya. 

"Apa yang terjadi, itu bagian dari diri saya," katanya kepada CNN. "Tapi saya harus hidup, dan saya harus mencintai."
Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
50474 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas