• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Pontianak

Hari Ini Gubernur Lantik Wali Kota Singkawang

Senin, 17 Desember 2012 08:37 WIB
Hari Ini Gubernur Lantik Wali Kota Singkawang
Nazarudin
Wali Kota Awang Ishack dan wakilnya, H Abdul Muthalib saat gladi bersih, Minggu (16/12/2012), di gedung DPRD Kota Singkawang.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG -  Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, Awang Ischak dan Abdul Muthalib berjanji akan memprioritaskan air bersih untuk warga Singkawang. Mereka juga menegaskan butuh partisipasi seluruh masyarakat Singkawang untuk menjadikan Kota Seribu Kuil itu lebih baik lima tahun mendatang. 

Keduanya ingin Singkawang yang bersatu padu, kondusif, tidak terpecah belah oleh perbedaan. Awang Ischak dan Abdul Muthalib, akan dilantik oleh Gubernur Kalbar hari ini, Senin (17/12/2012), di Gedung DPRD Singkawang. "Saat ini, kita krisis air. Gunung yang ada, dulu debitnya banyak. Tapi sekarang sudah tidak mencukupi," kata Awang Ischak kepada Tribunpontianak.co.id.

Ditemui di kediamannya, Awang akan menambah sumber air bersih dengan membuat kolam serapan di sekitar Sungai Selakau. Jika air sudah mengalir, ia akan meninjau dan mengganti pipa primier dan distribusi yang sudah jelek.

Hal itu penting agar 5.000 pelanggan PDAM Singkawang bisa menikmati air bersih. "Setelah itu, kita data siapa yang belum dapat? Kita alirkan. Prinsip saya, jika semua masyarakat sudah memiliki air besih, produksi 300 liter per detik, Air PDAM yang dari gravitasi kita buat air kemasan. Kita jual, keuntungannya untuk menutup warga yang di bawah. Jangan sampai air mahal. Orang tak mampu, airnya murah," papar Awang.

Selain persoalan air bersih, ia juga menyorot bahaya banjir yang beberapa kali menerjang Singkawang. Untuk mengatasi yang satu ini, Awang yang juga pernah menjabat Wali Kota Singkawang ini meminta masyarakat berotong royong.

"Kita minta dukungan masyarakat membersihkan parit di sekitar tempat tinggal. Pemilik bangunan yang bangunannya menutup drainase agar membongkar sendiri. Jika tidak kita yang bongkar," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Awang juga menegaskan akan melihat program pembangunan yang sudah dikerjakan Wali Kota Singkawang sebelumnya, Hasan Karman. Hal senada juga disampaikan Abdul Muthalib. 

"Kalau memang sudah bagus, ya kita lanjutkan. Untuk air bersih, misalnya. Kita lihat sebelumnya seperti apa. Jika programnya sudah bagus dan mirip, kita lanjutkan," kata Abdul Muthalib.
Ia menegaskan akan lebih fokus untuk menjaga keharmonisan antar etnis di Singkawang. Ia akan melakukan komunikasi dengan segala pihak. 

"Kita tidak membeda-bedakan etnis atau agama tertentu. Kita bersahabat untuk semua. Karena pada dasarnya kita adalah masyarakat kota Singkawang. Tidak peduli suku atau apapun agamanya," kata lelaki yang biasa disapa Haji Dul ini.

Belum Memuaskan

Haji Dul menegaskan, bekerja tanpa dukungan semua pihak adalah mimpi. Ia dan Awang siap dikritik. "Jangan mimpi kalau hanya saya dan Pak Awang, bisa membangun Singkawang. Perlu peran semua pihak," tegasnya. 

Mantan Wali Kota Singkawang, Hasan Karman, menilai selama ia menjabat, banyak perubahan signifikan yang terjadi di Singkawang. Namun, ia mengaku belum puas. "Saya kira, banyak perubahan. Tapi tetap belum memuaskan," kata Hasan Karman.

Ia mengatakan Singkawang tak punya lahan tambang maupun perkebunanluas, maka butuh pola khusus menggerakkan ekonomi.

"Saya sangat fokus soal pariwisata. Jasa dan perdagangan. Itu dulu. Pelan-pelan sekarang bergeliat. Saya promosikan pariwisata Singkawang, jor-joran kan? Satu di antaranya di Jakarta. Kita bawa tatung, tunjukkan tarian NKRI Sanggar Simpur itu. Ketika melihat tarian NKRI, merinding orang. Singkawang kini juga dikenal di mata Internasional," paparnya.

Kemudian pertanian dalam skala tertentu. Pertanian dalam arti luas, ternak dan lain sebagainya marak. 
"Sampai kita dua kali mendapat penghargaan dari presiden tentang peningkatan produksi beras nasional 
di atas lima persen. Singkawang subur. Jadi kita cukup untuk ketahanan pangan," ujarnya.

Memajukan kota Singkawang, menurutnya harus dengan cara meningkatkan peran serta masyarakat pada perekonomian. Sektor ekonomi, menurutnya merupakan lokomotif. Di luar itu infrastruktur ekonomi juga harus jadi perhatian.

"Pelabuhan belum selesai, bandara belum selesai, Mall sebenarnya sudah diizinkan, pabrik CPO sedang proses. Banyak hal yang sudah kita lakukan. Pariwisata juga sudah mulai bergerak," katanya.

Infrastruktur lain yang dibutuhkan masyarakat dan investasi adalah ketersediaan air bersih. Hal itu juga yang dititip mantan Wakil Wali Kota Singkawang, Edy R Yacoub. Ketua MABM Singkawang ini menyatakan, air bersih harus jadi prioritas wali kota selanjutnya.

Jaga Kerukunan

Di luar persoalan pembangunan fisik, yang tidak kalah penting untuk kemajuan Singkawang adalah bagaimana menciptakan Singkawang yang kondusif.  "Sekarang saatnya saling bersatu. Ssaling mendukung dan saling berpegang tangan untuk menjaga kedamaian di Kota Singkawang. Karena kerukunan dan kedamaian, merupakan modal mengembangkan segala aspek di masyarakat. Jika segala aspek sudah terbangun dengan baik, maka kesejahteraanlah yang akan datang menghampiri," kata Pastor Paroki Gereja St Fransiskus Asisi, Amandus Ambot.

Ia mengatakan proses demokrasi yang sudah selesai harus dihargai. Pemimpin sudah terpilih dan sudah mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Singkawang. Siapapun harus berpikir lebih luas. Baik pendukung atau bukan, semuanya harus berpikir untuk kemajuan Kota Singkawang.

"Kita ingin semuanya berjalan lancar dan baik. Yang paling utama dan paling penting adalah, kehidupan warga Kota Singkawang berjalan rukun dan damai. Satu cara yang bisa dijalankan adalah mendukung ketertiban dan kerukunan selama proses pelantikan Wali kota Singkawang berjalan," imbaunya.

Pastor juga mengingatkan kembali, sewaktu kampanye Pilwako memang terjadi blok-blok 
antarpendukung. Itu hal lumrah karena itulah proses demokrasi. Tapi sekarang, di saat pemimpin sudah terpilih, jarak yang ada harus dihilangkan. 

Pentingnya kebersamaan juga disampaikan Ketua III DAD Kota Singkawang, Herman Buhing. Menurutnya semua harus menjadi satu untuk menciptakan suasana Singkawang yang kondusif.
"Saya berharap, dengan terpilihnya Wali Kota Singkawang yang baru, rakyat bisa adil bersatu padu. Mari kita dukung segala perencanaan wali kota agar rakyat makin sejahtera," kata Herman.

Ia  berpesan bagi wali kota terpilih, jadilah pemimpin yang adil, bijaksana, dan mampu menciptakan kesejahteraan bagi semua masyarakat, tanpa memandang etnis dan golongan. Karena pada dasarnya semuanya adalah satu tujuan, membangun Kota Singkawang. 

"Yang jelas kita sudah komit dari awal mengikuti Pemilu, bahwa semua calon yang terpilih akan kita dukung, Karena muaranya tetap satu, demi kemajuan dan kesejahteraan warga Singkawang.
Siapapun yang terpilih, apapun hasilnya, itulah pilihan kita. Kita harus mendukung, legowo. Bagi yang tak terpilih dan hormati pemimpin yang terpilih. Kita sangat berharap proses pelantikan berjalan sukses," paparnya.

Herman mengatakan bagi pendukung yang calonnya terpilih, agar menghormati pihak yang kalah. Sebab walaupun kalah, harus tetap dihormati dan dihargai, karena mereka tetap bagian dari masyarakat Singkawang. "Bagi pendukung yang calonnya kalah, terimalah dengan lapang dada, karena inilah demokrasi, selalu ada pihak yang terpilih dan tak terpilih," ujarnya.

Sikap legowo ditunjukkan calon Wali Kota Singkawang, Henoch Thomas. "Tolong sampaikan ucapan selamat dan sukses untuk Beliau-beliau ya. Semoga Singkawang lebih baik," kata pria yang dikenal dengan tagline Ta Tap Jang ini. Ia mengaku belum bisa menghadiri pelantikan karena masih di luar negeri.

Metal Detektor

Terkait pelantikan, Awang Ischak dan Abdul Muthalib mengikuti gladi bersih di DPRD Singkawang, Minggu (16/12) siang. Awang tiba pukul 10.30 WIB. Tak berapa lama kemudian, datang Abdul Muthalib.

Kedatangan keduanya, disambut Protokoler Pemkot dan PNS Sekretariat DPRD Singkawang yang sudah mempersiapkan diri sejak pagi. Meski melaksanakan gladi bersih dengan serius, sesekali Awang menyempatkan bergurau dengan staff Pemkot dan DPRD.

Untuk jalannya pelantikan hari ini, Polres Singkawang menerjunkan 658 personel. Terdiri dari anggota Polres Singkawang, Brimob, dan Sabhara Polda Kalbar, Kodim, SatPol PP, serta Dishub. 

Kabag Ops Polres Singkawang, Kompol Bastian, mengungkapkan pihaknya sudah mensterilkan Kantor DPRD, dari aktivitas apapun. Anggota sudah melakukan pengamanan. "Itu memang sudah standar pengamanannya. Untuk undanganpun, masuknya melalui pintu Pemkot. Pintu lain, kita tutup sementara," tegasnya.

Untuk pengamanan, dilakukan berlapis. Tiga ring sudah ditetapkan. Mulai dari jalan di sekitar Kantor Pemkot hingga dalam ruang sidang. "Ring satu di ruang sidang. Kedua di Halaman DPRD hingga Pemkot, ketiga di luar. Setiap tamu yang masuk akan diperiksa menggunakan metal detector," jelas bastian.

Ia mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan pelantikan agar tertib. Sebab masyarakat sudah diberikan tempat khusus, di depan Kantor Pemkot Singkawang. "Panitia menyediakan panggung dan layar besar. Kita bisa menyaksikan seremonial di situ. Selama pelaksanaan pelantikan, kita harap dapat bersama-sama menjaga ketertiban agar pelaksanaan bisa berjalan lancar dan khidmat," pinta Bastian.

Selama kegiatan berlangsung, Jl Firdaus dari arah Alianyang hingga simpang Kantor Imigrasi akan dibuka-tutup. Bagi yang hadir, diarahkan untuk memarkir kendaraan di Halaman Masjid Raya maupun Taman Gayung Bersambut. 

Sebelumnya, pasangan Awang Ischak dan Abdul Muthalib meraih suara terbanyak dalam Pilwako Singkawang. Keduanya meraup 44.206 (45,37%). Keduanya unggul atas pasangan lainnya, Hero 2.381 (2,44%), HKAD 41.252 (42,34%), dan Nusantara 9.602 (9,85%). (edisi cetak)

Penulis: Nasaruddin
Editor: Jamadin
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
49473 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas