• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Pontianak

Tak Perawan, Istri Dipulangkan ke Orangtua

Sabtu, 8 Desember 2012 18:20 WIB
Tak Perawan, Istri Dipulangkan ke Orangtua
Tribunnews.com
Divia, wanita 18 tahun yang dicerai karena dianggap tidak perawan lagi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEDAN - Karena dianggap tidak perawan, Joni (36) memulangkan istrinya  Divia (18) kepada orangtuanya. Padalhal  pernikahan Joni-Divia hanya bertahan dua pekan.

Tragisnya, Joni tidak hanya menceraikan Divia, tapi juga menyebarkan pesan singkat (SMS) ke sejumlah orang yang menegaskan bahwa mereka sudah bercerai karena ia mengetahui istrinya tidak perawan.

"Dia bilang saya tidak perawan lagi. Katanya, maaf, setelah berhubungan intim tidak ada bercak darah. Dia bilang saya sudah tidur sama orang lain ketika SMP. Padahal itu tidak benar, orang-orang juga mengetahui siapa saya. Malu lah dia bilang seperti itu. Apalagi sudah disebarnya pesan singkat ke semua orang," urai Divia, saat meminta bantuan ke kantor LBH Medan, Sabtu (8/12/2012).

Ditemani sang ayah, Kerpal (55), Divia bercerita, akad nikah mereka laksanakan pada 23 November 2012 lalu, di salah satu kuil di Jalan Kejaksaan Medan. Setelah itu, pada tanggal 24 November 2012, dirinya mengaku melangsungkan resepsi pernikahan di Uniland Plaza, Jalan MT Haryono Medan.

"Sebernanya sudah ada mediasi antara kedua keluarga. Ketika pertemuan dengan keluarga, dia mengatakan tidak perawan karena tidak ada bercak darah pada saat berhubungan intim. Padahal ada. Tetapi memang setelah berhubungan intim, paginya saya haid dan mengeluarkan darah. Dia mengaku, bahwa darah yang keluar ketika malam pertama tersebut, adalah darah haid dan bukan darah perawan saya," urai wanita keturunan India ini.

Divia juga tidak menyangka, apa yang dilakukan suaminya saat ini. Padahal sebelum menikah dan sesudah menikah dia (suami) tidak pernah berkelakuan kasar kepada saya. Alasannya memulangkan saya ke rumah orangtua saya hanya satu, yaitu tuduhan bahwa saya tidak perawan lagi.
Proses perkenalan dengan sang suami pun tergolong singkat. Divia mengatakan, dalam kebudayaan India, tidak ada istilah berpacaran.

Sang suami ketika itu mengunjungi keluarganya untuk melakukan pinangan pada bulan September 2012. Setelah itu, pada bulan Oktober, mereka saling berkenalan dan mendekatkan diri, barulah pada bulan November mereka melangsungkan pernikahan.

"Dalam budaya kami kan tidak ada istilah berpacaran. Dia langsung datang meminang saya. Tidak ada tanda-tanda dia jahat. Sampai menikah pun dia tidak ada melakukan kekerasan kepada saya. Dengan dasar saya tidak perawan, maka dia memulangkan saya ke orangtua. Beberapa waktu lalu saya juga sempat ingin melakukan visum uji keperawanan di salah satu RS, tetapi ditolak dengan alasan RS harus ada surat dari kepolisian," urainya.

Divia yang menjelaskan selama dua minggu menikah telah melakukan hubungan suami istri sebanyak 3-4 kali, pun telah siap menjadi janda.

Dirinya yang menikah selepas tamat SMA ini pun mengaku, berharap LBH dapat membantunya untuk membuktikan bahwa tuduhan sang suami bahwa dirinya tidak perawan lagi adalah hal yang salah.
"Saya tidak mau lagi sama dia," ujarnya singkat.
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas