• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Pontianak

Kuping Pastur Digigit Hingga Putus

Minggu, 11 November 2012 15:34 WIB
Kuping Pastur Digigit Hingga Putus
Ilustrasi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PERTH - Berawal dari pereseteruan mengenai tempat parkir, seorang pensiunan pastur Katolik berusia 80 tahun menggigit kuping seorang pensiunan pastur hingga putus, di tempat mereka tinggal di Perth, Australia. Keributan terjadi Jumat (9/11/2012) sore di kompleks perumahan Dianella, yang mengakomodasi para pastur yang sudah pensiun.

Akibat insiden ini, hampir semua media masa di Australia memuat berita ini menjadi berita utama.  Pastur Thomas Henry Byrne muncul di pengadilan dengan tuduhan melakukan tindakan penganiayaan berat terhadap tetangganya, Pastur Thomas Joseph Cameron Smith, 81 tahun.

Berdasarkan keterangan polisi setempat,  keributan Pastur Byrne meminta Pastur Smith untuk mengambil sesuatu yang terjatuh di tanah. Setelah Pastur Smith kembali ke dalam unitnya, dia baru menyadari bahwa sesuatu yang dikantonginya tersebut adalah telinga kanannya.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, Pastur Smith kemudian membungkus telinga itu dengan kain, dan mengunjungi Pusat Kesehatan Dianella dimana staf di sana memanggil ambulans dan menelpon polisi. Pastur Smith sekarang masih berada di rumah sakit setelah menjalani operasi memasang kembali kuping kanannya.

Ketika muncul di pengadilan East Perth, Sabtu (10/11/2012) pagi, di seputar mata Pastur Byrne tampak kehitaman bekas pukulan. Menurut polisi, Pastur Bryne tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, namun dia khawatir kalau Pastur dibebaskan dengan jaminan. "Mereka tinggal di dalam kompleks perumahan yang sama, dan sama-sama dibiayai oleh Gereja Katolik," kata polisi yang menghendaki Pastur Byrne ditahan.

Magistrate Greg Benn akhirnya menerapkan kondisi jaminan bagi Pastur Byrne, untuk tidak berada sekitar 10 meter dari Pastur Smith, tidak bertindak mengancam ataupun berusaha berkomunikasi dengannya. Dia dibebaskan untuk muncul lagi di pengadilan pada 7 Desember untuk bisa mencari bantuan hukum.
Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
41433 articles 10 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas